Kualitas udara khususnya Jakarta memang menjadi perbincangan belakangan ini. Banyak yang mengira jika kondisi udara yang buruk ini disebabkan karena polusi limbah pabrik hingga polusi kendaraan.(3/9/23).

Foto ilustrasi : Perempuan buka tirai dan jendela rumah

Namun perlu diketahui udara yang buruk juga dapat berasal dari lingkungan luar maupun lingkungan di dalam rumah kita. Tentu saja kita tidak menginginkan kondisi ini berdampak buruk bagi kesehatan kita dan keluarga.

Agar kualitas udara yang buruk tidak berdampak bagi kesehatan, berikut tips menjaga kualitas udara di sekitar rumah:

1. Membuat Ventilasi Udara

Pastikan di dalam rumah memiliki ventilasi udara yag cukup. Setiap ruangan memang sangat diperlukan adanya ventilasi. Gunanya adalah untuk pergantian udara yang masuk dan keluar di rumah. Selain itu setiap ventilasi juga perlu untuk dibersihkan secara rutin. Menjaga kebersihan ventilasi juga akan lebih meningkatkan kualitas udara yang masuk. Sehingga udara di dalam rumah tetap terjaga kebersihannya.

2. Menanam Tanaman Hijau di Halaman

Menanam tanaman hijau bukanlah hal asing lagi. Namun, sering sekali kita diajarkan untuk menciptakan tanaman hijau di lingkungan sekitar kita. Tanaman hijau ini memiliki fungsi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Fungsinya untuk membantu memperbaiki kualitas udara di sekitar rumah. Sebab, tanaman hijau menghirup karbondioksida dan melepaskan oksigen. Hal itu sangat baik untuk kualitas udara.

3. Tidak Merokok

Pastikan untuk memperhatikan lingkungan sekitar terutama dalam rumah tidak ada yang merokok. Sebab asap rokok sangat berbahaya bagi kesehatan anda.

4. Tidak Membakar Sampah

Sampah yang tidak banyak seperti daun kering tidak harus untuk dibakar. Melainkan bisa menggunakan cara lain yaitu menguburnya atau digunakan nantinya untuk pupuk. Asap yang dihasilkan dari pembakaran juga bisa membuat udara di sekitar kita menjadi rusak.

5. Gunakan Air Purifier

Menggunakan air purifier juga dapat membantu memperbaiki sekaligus menjaga kualitas udara di rumah tetap terjaga dan bersih. Alat ini mampu mengurangi paparan asap dan debu yang secara tidak sengaja masuk ke dalam rumah. Selain itu, penggunaannya juga direkomendasikan untuk kelompok orang yang memiliki alergi. Jadi, jika ruangan dalam rumah Anda ingin bersih coba gunakan alat ini agar keluarga lain juga tetap sehat.

6. Rajin Mencuci Handuk dan Keset

Keringkan handuk dengan baik setelah setiap kali digunakan. Jangan sampai jamur berkembang biak karena handuk selalubasah. Jika tidak, cuci handuk dengan mesin cuci setiap tiga hari atau lebih. Bersihkan juga karpet dan cuci sesuai label panduan penggunaan.

7. Bersihkan Lantai

Cara lain menjaga kebersihan udara rumah adalah membersihkan lantai. Sebab, gravitasi menyebabkan partikel kecil tertarik ke bawah dan rentan beterbangan jika dibersihkan hanya menggunakan sapu. Lebih baik, jika lantai dibersihkan dengan pel berpegangan teleskopik. Setidaknya seminggu sekali untuk menjangkau titik yang sempit.

8. Cuci Kain Linen

Kain linen biasa digunakan sebagai seprai maupun taplak sebaiknya rutin dibersihkan. Terutama seprai dan sarung bantal yang menjadi tempat menempelnya sel-sel kulit yang mengelupas saat tidur. Hal tersebut penting diperhatikan karena sel kulit mati akan dimakan oleh tungau dan hewan berukuran kecil ini dapat memicu alergi. Tungau memang suka bersarang di kamar tidur karena suhunya cenderung hangat dan lembap.

9. Bersihkan Gorden

Bagian terakhir yang tidak boleh dilewatkan saat membersihkan udara rumah adalah gorden. Penutup jendela ini memang menjadi tempat berkumpulnya debu jadi harus rutin dibersihkan.

Gorden sebenarnya dapat dibersihkan dengan vacum atau cukup menggunakan kain basah. Cara seperti itu dilakukan agar tidak merusak gorden yang memiliki banyak motif atau hiasan lainnya.(***)