Asma adalah penyakit yang terjadi ketika saluran napas mengalami peradangan sehingga membengkak dan menghasilkan banyak lendir. Kondisi ini kemudian menyebabkan penyempitan saluran napas yang menimbulkan gejala awal penyakit asma.

Foto ilustrasi

Gejala awal penyakit asma pada setiap orang bisa berbeda-beda. Namun, dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (2/9/23).

Berikut beberapa gejala yang umumnya muncul:

1. Batuk

Batuk bisa menjadi gejala awal penyakit asma. Batuk adalah respons saluran pernapasan untuk mengeluarkan benda asing. Batuk juga menjadi tanda mulai terjadinya peradangan pada saluran napas.

Jenis batuk yang biasanya menjadi gejala awal asma adalah batuk kering. Jika terjadi di malam hari, batuk akan membuat penderita asma sulit tidur nyenyak. Akibatnya, penderita asma akan merasa lelah dan mengantuk pada pagi dan siang hari.

2. Mengi

Penyempitan saluran pernapasan akan mengakibatkan gangguan aliran udara dari dan menuju paru-paru. Hal inilah yang memicu gejala awal penyakit asma selanjutnya, yaitu mengi.

Mengi akan terdengar seperti suara melengking menyerupai siulan yang muncul ketika bernapas. Jika sudah mulai muncul mengi, penderitanya akan mulai sulit bernapas.

Kendati demikian, penting untuk diketahui bahwa mengi tidak selalu terdengar secara langsung. Pada beberapa penderita asma, mengi baru terdengar saat dokter melakukan pemeriksaan menggunakan stetoskop.

3. Mudah lelah

Seperti telah disebutkan sebelumnya, batuk terus-menerus dan kesulitan bernapas akan membuat penderita asma sulit beristirahat. Ini menjadi penyebab penderita asma merasa mudah lelah.

Tak hanya itu, gejala awal penyakit asma ini juga muncul akibat kadar oksigen yang mulai menurun. Alasannya, saluran napas yang menyempit membuat udara sulit untuk masuk ke paru-paru sehingga tubuh kekurangan oksigen.

4. Sesak napas

Sesak napas merupakan gejala awal penyakit asma yang paling dikenal. Gejala asma ini juga sering disertai dengan nyeri dada. Terjadinya sesak napas masih terkait dengan penyempitan saluran napas yang membuat udara sulit untuk masuk ke paru-paru.

Ketika kekurangan oksigen, tubuh akan berupaya untuk meraih lebih banyak udara. Hal inilah yang membuat penderita asma harus bernapas lebih cepat sehingga frekuensi bernapas pun meningkat.

Jika frekuensi napas yang normal pada orang dewasa adalah 12–20 kali per menit, frekuensi napas pada penderita asma bisa mencapai lebih dari 30 kali per menit.(**)