WhatsApp adalah aplikasi primer yang digunakan sebagian besar orang Indonesia untuk berkomunikasi.

Foto ilustrasi ; Modus VC lewat Facebook dan WhatsApp

Namun, seiring perkembangan teknologi ada saja orang-orang yang memanfaatkan teknologi untuk kejahatan. Yap, kejahatan cyber sudah bukan hal asing di jaman modern ini.

Situs Cekrekening.id milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan sejak tahun 2017-2022 pihaknya telah menghimpun laporan kasus penipuan online sebanyak 486.000 kasus.

Mulai sekarang kita semua harus lebih hati-hati lagi, berikut sederet modus penipuan via WhatsApp agar kita lebih waspada:

1. Modus Kurir Paket

Biasanya pelaku yang menggunakan modus ini mengirimkan pesan kepada korban berisi file dengan ekstensi APK yang bertuliskan “foto paket”. Hati-hati, ketika file APK tersebut diunduh, maka berisiko kehilangan saldo tabungan karena data secara otomatis terambil saat pengunduhan selesai.

2. Modus Undangan Pernikahan

Baru-baru ini memang sedang ramai undangan pernikahan berjenis digital. Bentuk undangannya memakai link, dan ternyata tren ini juga dimanfaatkan oleh para penipu siber. Jadi hati-hati apabila ada nomor tidak dikenal tiba-tiba mengirimkan link undangan, karena si penipu bertujuan untuk mencuri informasi pribadi.

3. Modus Tagihan PLN

Modus yang satu ini si penipu berkedok dan berpura-pura menjadi petugas PLN. Biasanya si penipu meminta penerima pesan untuk mengecek tagihan listrik melalui file APK yang ia kirimkan. Tentu saja APK tersebut berfungsi untuk mencuri data pribadi termasuk data perbankan milik si penerima pesan.

4. Modus Klik Link

Ini hampir mirip dengan modus undangan pernikahan, hanya saja link yang dikirimkan bukan berbentuk undangan. Tautan yang dikirim penipu bisa beragam, tujuannya hanya satu yaitu untuk memancing penerima mengeklik link yang ia kirimkan dan penipu bisa otomatis membajak WhatsApp anda.

5. Modus Minta Tolong

Modus yang satu ini cukup menyebalkan, karena si penipu pertama-tama mencuri biodata (identitas) orang terdekat kita, kemudian ia berpura-pura menjadi orang terdekat kita. Biasanya si penipu akan minta tolong kepada korban untuk meminjam uang dengan berbagai alasan, bahkan ada kalanya pelaku minta nomor WhatsApp lalu minta VC dengan korban dan dibuatlab semacam video asusila lantas diancamlah korban hingga akhirnya korban dimintai uang. Hati-hati ya, jangan sampai tertipu.

6. Modus WhatsApp Kode OTP

Modus kode OTP juga seringkali terjadi, penipu bisa dengan mudah mengambil alih dan membajak WhatsApp kita hanya dengan meminta korbannya mengirimkan 6 digit kode OTP. Jika kode OTP diketahui penipu, akun WhatsApp kita otomatis akan diambil alih oleh penipu tersebut.

7. Modus Penipuan Bank

Terakhir modus penipuan via WhatsApp adalah penipuan atas nama bank. Penipu biasanya mengirimkan pesan mengatasnamakan bank dan memberitahu si penerima bahwa telah menang undian. Penipu mengucapkan selamat kepada penerima dan ujung-ujungnya meminta data pribadi sebagai syarat untuk mencairkan hadiah undian tersebut.

Atau penipu akan meminta korban untuk melakukan pembaharuan data pribadi, tujuannya untuk mendapatkan password dan username yang bisa digunakan untuk transaksi online.(***)