Merasa gregetan dengan perilaku bakal calon legislatif (Bacaleg) yang telah merusak lingkungan, Ketua DPD Gema Jabar Hejo Kuningan, Daeng Ali melepaskan baliho dan paku yang menancap pada pohon.

Cabut Paku, Wujud Aksi Melawan Bacaleg Perusak Lingkungan
Cabut Paku, Wujud Aksi Melawan Bacaleg Perusak Lingkungan

Daeng Ali merasa perlu untuk memberikan pesan kuat kepada Bacaleg yang dianggap tidak memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

"Saya merasa sangat gregetan dengan perilaku Bacaleg yang merusak lingkungan. Mereka seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat. Karena itu, saya memutuskan untuk melepaskan baliho dan paku ini sebagai simbol perlawanan terhadap tindakan merusak alam," ungkap Daeng Ali, Sabtu (28/10/2023).

Tindakan unik ini pun menjadi sorotan warga setempat dan menjadi pembicaraan di media sosial. Sebagian besar masyarakat mendukung langkahnya untuk mengingatkan Bacaleg tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Aksi Daeng memberikan pesan penting tentang tanggung jawab sosial Bacaleg dan pentingnya pelestarian alam.

Meskipun tindakan tersebut mungkin kontroversial, dia berharap bahwa hal ini akan membawa perubahan positif perilaku Bacaleg dan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Kuningan.

Ia menjelaskan paku-paku yang digunakan untuk memasang baliho bisa merusak batang pohon dan memicu infeksi serta kerusakan struktur internal pohon. Selain itu, tindakan ini juga menghambat pertukaran nutrisi dan air dalam pohon, yang pada akhirnya dapat mengurangi umur pohon dan bahkan menyebabkan kematian.

Ali mendesak agar partai politik dan pihak terkait lebih memperhatikan dampak ekologis dari tindakan pemasangan baliho. Ia mengingatkan bahwa perlindungan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama, terutama dalam konteks menjaga keberlanjutan dan keindahan alam.

"Kami berharap bahwa aturan dan tata tertib yang lebih ketat akan diterapkan untuk mencegah kerusakan lingkungan akibat tindakan sembarangan seperti ini," tambahnya.(*)