Kementerian Kesehatan RI mengkonfirmasi adanya Pasien Mpox (Monkeypox atau Cacar Monyet) di DKI Jakarta menjadi total ada 3 kasus. Ini dikabarkan sejak Jumat (20/10/2023) lalu.

Foto : cacat monyet

Mengutip dari Halodoc, Cacar monyet adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dari kelompok yang serupa dengan penyakit cacar. Penyakit ini sebenarnya telah ditemukan oleh para ilmuwan sejak tahun 1958.

Cacar monyet sering ditemukan pada negara Afrika Tengah dan Afrika Barat. Tetapi belakangan penyakit ini kembali merebak di beberapa negara di luar Afrika. 

Berdasarkan informasi dari CDC (Clinical Diagnostic Centre) oleh Dokter Umum Adam Prabata melalui akun Instagramnya. Cara pencegahan pertama adalah menghindari kontak kulit dengan orang yang punya ruam kulit "mirip" cacar monyet. 

Hal ini dikarenakan cacar monyet merupakan penyakit yang dapat menular melalui sentuhan. Ruam terutama dapat ditemukan pada kelamin dan anus, kemudian di tangan, kaki, mulut, wajah, dan dada.

Cara kedua ialah cuci tangan, dianjurkan menggunakan sabun, air mengalir dan hand sanitizer berbasis alkohol. Kemudian hindari kontak dengan benda atau alat yang digunakan oleh pasien cacar monyet.

Contohnya alat makan, handuk, kain, dan benda-benda yang dekat dengan pasien seperti bantal dan guling untuk tidur. Menurut tulisan dr. Adam selain menghindari kontak, cacar monyet bisa ditangkal dengan Vaksin JYNNEOS yang dapat diberikan dalam 2 dosis jeda 4 minggu. 

Vaksin ini direkomendasikan untuk gay, biseksual, seseorang yang berhubungan dengan gay, transgender, non-binary. Atau gender diverse, serta berhubungan seksual (intim) dengan penderita cacar monyet.

Vaksin juga dapat diberikan pada seseorang yang setelah 6 bulan diketahui memiliki infeksi menular seksual minimal 1 kali. Kelemahan sistem imun seperti HIV, atau seseorang yang memiliki lebih dari 1 partner seksual.(*)