*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Kominfo Kasih Waktu 1x24 Jam Hapus Konten Palsu di FB Cs

Penyebaran konten hoaks telah berkembang menjadi video palsu atau dikenal sebagai 'Deepfake'. Video ini menampilkan seakan-akan seorang tokoh sedang berbicara sesuatu, padahal tidak pernah terjadi.

Kominfo Kasih Waktu 1x24 Jam Hapus Konten Palsu di FB Cs

Penggunaan deepfake saat pemilihan umum marak di Amerika Serikat (AS). Salah satu kandidat wali kota ternyata diserang menggunakan video deepfake yang disebarkan lewat media sosial.

Dirjen IKP Kementerian Kominfo, Usman Kansong mengatakan media sosial bergerak terlambat terkait video deepfake tersebut. Jadi, para platform diminta untuk gerak cepat memblokir konten hoaks termasuk video palsu yang beredar.

"Kominfo punya kerja sama dengan para platform 1x24 jam harus take down, begitu teridentifiikasi hoaks," kata Usman usai Pengukuhan Pengurus Bakohumas Periode 2023-2028 dan Rapat Koordinasi Program Bakohumas 2024, Jakarta, Senin (23/10/2023).

"Kita kerja sama dalam konteks take down hoaks atau deepfake dari platform. Selain mendorong menciptakan teknologi yang bisa mencegah deepfake ataupun hoaks," imbuhnya.

Aturan untuk menurunkan 1x24 jam konten hoaks memang diakuinya masih lama. Mungkin di masa depan, Usman menambahkan akan ada pembaruan MoU dengan platform terkait hal tersebut.

Dia menuturkan gerak cepat platform dibutuhkan untuk memblokir konten hoaks. Karena makin lama konten itu beredar di media sosial, akan semakin dipercaya oleh banyak pengguna.

"Sejahil apapun orang kalau tidak difasilitasi platform enggak akan terjadi itu hoaksnya kira-kira gitu," jelas dia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro juga menyinggung soal penyebaran video palsu di kalangan masyarakat. Konten tersebut menjadi tugas berat para humas kementerian/lembaga.

Konten hoaks baik tertulis maupun video perlu ditangani dengan cepat. Termasuk juga pihak humas diminta memiliki kemampuan teknologi yang mumpuni untuk bisa mengidentifikasi sebuah konten palsu ataupun tidak.

"Karena kalau terlambat mengatakan ini palsu, berita sudah tersebar ini bahaya sekali," ungkap dia.(*)

Komentar0