*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Pemerhati: Melemahnya Nilai Tukar Rupiah karena Faktor Global

Pemerhati Ekonomi dari UGM Yogyakarta, Akhmad Akbar memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan melemah. Hal itu dipengaruhi faktor global, terutama yang terjadi di Amerika Serikat. "Pelemahan ini bukan hanya berdampak pada rupiah saja," kata Ahmad , Kamis (19/10/20323).

Foto : Hitung uang

Ia mengatakan, Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) ingin menjaga agar laju inflasi di AS rendah sekitar 2 persen. "Karena itu kemudian mereka menjaga tingkat suku bunga relatif tinggi," ujarnya.

Selain itu, menurut Akhmad, melemahnya nilai tukar rupiah karena AS juga meningkatkan tingkat suku bunga surat utang negaranya. Hal itu membuat daya tarik bagi para investor. 

Tak hanya itu, konflik Israel-Palestina turut memberikan dampak terhadap melemahnya nilai tukar rupiah, sehingga mempengaruhi perilaku para investor. "Investor itu awalnya membawa uang ke Indonesia karena mereka mencari selisih tingkat suku bunga yang ada di Indonesia dan AS," ucapnya. 

Akhmad juga menyoroti langkah Bank Indonesia yang berencana menaikan suku bunga BI menjadi 6 persen. Menurutnya, dengan menaikkan tingkat suku bunga setinggi itu maka marjin tingkat suku bunga di AS menjadi terjaga. 

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Oktober 2023 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 6,00%. Kemudian, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,75%.(*)

Komentar0