*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Ribuan Warga Palestina Berlindung di Rumah Sakit Gaza, 4 WNI Selamat

Ribuan warga Palestina berlindung di Rumah Sakit Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Jalur Gaza. Guna menghindari serangan udara Israel yang sedang berlangsung. 

Warga Palestina

"Sekitar 35.000 warga Gaza berlindung di rumah sakit. Guna menghindari agresi Israel,” kata direktur rumah sakit, Mohamed Abu Slima seperti dilansir Anadolu, Minggu (15/10/2023). 

"Para warga benar-benar panik dan ketakutan. Di tambah banyak keluarga yang mendirikan tenda di sekitar rumah sakit," ujarnya menambahkan. 

Diketahui, militer Israel pada Jumat (13/10/2023) memperingatkan 1,1 juta penduduk di utara Gaza untuk mengungsi dari rumah mereka dan segera pindah ke selatan Jalur Gaza. Seruan itu menyebabkan ribuan orang berlindung di rumah sakit.

Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza mengatakan sedikitnya 70 warga Palestina tewas dan 200 lainnya luka-luka. Dalam serangan udara Israel terhadap iring-iringan truk pembawa warga Palestina yang mengungsi dari Jalur Gaza utara ke bagian selatan. 

Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric memperingatkan bahwa perintah pengosongan wilayah utara Gaza akan menimbulkan konsekuensi kemanusiaan. Ini yang mengerikan bagi warga Palestina.

Pasukan Israel terus melancarkan serangan militer di Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan militer oleh kelompok Palestina Hamas di wilayah Israel. Konflik tersebut dimulai pada Sabtu akhir pekan lalu ketika Hamas memulai Operasi Badai Al Aqsasebuah serangan mendadak yang mencakup serangkaian peluncuran roket dan serbuan ke Israel melalui darat, laut dan udara.

Hamas mengatakan operasi tersebut merupakan pembalasan atas penyerbuan Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur, yang diduduki Israel. Serta meningkatnya kekerasan oleh kalangan pemukim Israel terhadap warga Palestina.

Relawan organisasi sosial kemanusiaan MER-C, Fikri mengatakan, bahwa serangan yang dilancarkan Israel ke jalur Gaza telah menewaskan 2.215 warga Palestina. Ini berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan Palestina pada Sabtu (14/10/2023). 

"614 di antaranya anak-anak. Serta 370 wanita," kata Fikri dalam sebuah laporan langsung dari Jalur Gaza yang disampaikan melalui akun media sosial resmi MER-C di Instagram, X, Facebook dan TikTok, pada Minggu (15/10/2023). 

Untuk korban luka-luka, laporan itu mencatat hampir 8.714 orang cedera. Di mana sebagian besar di antaranya adalah anak-anak dan perempuan.

Selain mencatat jumlah korban, relawan MER-C tersebut juga mengatakan masih mendengar serangan bom dari Israel, yang menyerang Gaza dari jalur darat, udara dan laut. Sehingga menimbulkan banyak korban berjatuhan.

Sementara itu, Fikri juga mendapat laporan dari Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang menyebutkan ada sekitar 300 korban meninggal yang dilarikan ke rumah sakit itu. Sementara korban luka yang ditangani di rumah sakit itu mencapai 1.500 orang, dengan masih banyak lagi korban luka yang masih menjalani rawat inap di Rumah Sakit Indonesia.

Saat ini, Fikri mengatakan tidak banyak aktivitas yang dilakukan warga di Gaza karena ratusan ribu di antaranya telah mengungsi ke tempat yang mereka anggap aman. Seperti di sekolah-sekolah milik PBB dan juga beberapa rumah sakit, salah satunya Rumah Sakit Indonesia.

"Sementara itu, warga di Jalur Gaza juga disebutkan mengalami krisis pangan, listrik dan air bersih. Saya sudah dua kali ke minimarket semenjak perang ini terjadi, banyak sekali rak-rak makanan yang sudah kosong dan obat-obatan juga terus menipis karena banyak korban yang terus berjatuhan," ujarnya. 

Fikri berharap gerbang perbatasan antara Mesir dan Gaza bisa cepat dibuka. Sehingga bantuan-bantuan dari negara lain bisa cepat masuk dan disalurkan kepada masyarakat di Gaza yang membutuhkan.

Empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari wilayah Tepi Barat dan sekitarnya, tiba di Jakarta dengan selamat, Minggu (15/10/2023). Para WNI ini dievakuasi oleh Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Amman.

"Proses evakuasi dilakukan sejak 13 Oktober melalui jalur darat dari Safe House di Yerusalem. Melalui Jordan River Border menuju Amman," demikian keterangan resmi Kemlu RI .

Saat ini, tercatat sebanyak 136 WNI masih berada di wilayah Tepi Barat dan sekitarnya. Mereka memilih untuk tetap tinggal di lokasi masing-masing.

Sementara itu, Pemerintah masih terus upayakan evakuasi 10 WNI dari wilayah Jalur Gaza. Kerawanan situasi keamanan membuat proses evakuasi WNI dari Jalur Gaza harus hati-hati.
4 WNI Selamat Berhasil dievakuasi

"Juga harus dengan koordinasi intensif berbagai pihak terkait. Hingga saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban," tutup Kemlu RI dalam pernyataannya.(*)

Komentar0