Organisasi sosial kemanusiaan MER-C mengutuk keras pengeboman Israel terhadap Rumah Sakit Al Ahly Arabi Baptist di Jalur Gaza. Di mana menewaskan sedikitnya 500 orang dan melukai 600 orang lainnya.

Serang Rumah Sakit, MER-C: Israel Langgar HAM Berat

Menurut Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad serangan yang dilakukan Israel tersebut merupakan pelanggaran HAM berat, dan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan internasional. Untuk itu, ia menyerukan kepada masyarakat dunia untuk memberikan tekanan secara kolektif dan simultan kepada Israel.

"Kami mengutuk keras pengeboman terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga medis. Serta orang-orang yang terluka dan sakit," kata Sarbini, Rabu (18/10/2023). 

"PBB dan masyarakat Internasional harus bersama-sama mencegah pembantaian massal di Gaza. Bila dunia tidak segera menghentikan perang ini, maka akan terjadi bencana kemanusiaan yang lebih dahsyat," ujarnya menambahkan. 

Serang Rumah Sakit, MER-C: Israel Langgar HAM Berat

Ia berharap kepada pemerintah Indonesia dalam posisinya sebagai anggota Dewan HAM PBB yang baru saja terpilih untuk periode 2024-2026 untuk dapat mendesak sidang darurat DK PBB. Guna menghentikan aksi pembantaian massal oleh Israel terhadap Gaza dan menghentikan penjajahan mereka terhadap Palestina.

Selain itu, Sarbini juga menyerukan kepada Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dengan seluruh saluran diplomatiknya untuk berbuat lebih keras. Serta terukur guna mencegah pembantaian kemanusiaan yang lebih besar di Jalur Gaza.

"Perbatasan Rafah harus segera dibuka sebagai koridor kemanusiaan agar tim medis dan bantuan internasional dapat segera masuk ke Jalur Gaza. Guna menyalurkan bantuan yang dibutuhkan para korban dan warga Gaza," ucapnya. 

Sementara itu, tiga relawan MER-C sampai saat ini masih berada di Jalur Gaza, tepatnya di RS Indonesia di Gaza Utara. MER-C Indonesia, yang selama 13 tahun terakhir telah beroperasi di Jalur Gaza, juga telah menyiapkan tim tambahan, yaitu relawan medis dan kemanusiaannya untuk memberikan bantuan ke Jalur Gaza.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, tim relawan kami sudah siap dikirimkan. Kami berharap Pemerintah RI dapat memfasilitasi kami untuk berangkat ke Jalur Gaza dan memberikan bantuan medis dan kemanusiaan bagi para korban," katanya.

Komunitas Warga Palestina mengecam tindakan brutal Istael yang menyerang rumah sakit di Kota Gaza, Palestina, Selasa (17/10/2023). Hal tersebut disampaikan, Konsulat Palestina di Indonesia, Ahmad Metani.

“Tentunya kami sangat mengutuk apa yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat kami di Gaza. Bahkan sampai pertemuan tingkat tinggi di Yordania, yang dihadiri oleh para delegasi, bahkan dihadiri oleh Presiden AS Joe Biden, juga dibatalkan akibat serangan ini," kata Ahmad Metani saat diwawancara di Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2023). 

Lebih lanjut, Metani meminta kepada masyarakat dunia untuk ikut menyelesaikan konflik antara Palestina dengan Israel. Berdasarkan catatan yang dimiliki oleh Metani, dirinya belum mengetahui secara pasti jumlah akurat dari serangan bom tersebut. 

"Bahkan rumah sakit lain tidak terdapat tempat kosong untuk merawat para korban. Israel juga tidak memperbolehkan bantuan kemanusian apa pun dari negara lain bahkan mereka (Israel) terus-menerus meluncurkan bom dan misil ke Gaza," ucap Metani.

Perlu diketahui, Al-Ahli Baptist Hospotal (Al-Ahli Arab) ikut diserang oleh Israel dan menyebabkan 500 orang tewas di lokasi kejadian. Serangan itu terjadi pada Selasa (17/10/2023).