*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Tiongkok Tegaskan Tindakan Israel di Gaza Telah Lampaui Batas

Tindakan Israel di Gaza telah melampaui batas pembelaan diri dan pemerintah Israel harus menghentikan hukuman kolektif terhadap rakyat Gaza. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi.

Tiongkok: Tindakan Israel di Gaza Telah Lampaui Batas

Pernyataan Wang, yang disampaikan melalui telepon kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan muncul ke publik. Ini ketika Israel tampaknya siap melakukan serangan darat terhadap militan Hamas di Gaza.

“Tindakan Israel telah melampaui ruang lingkup pembelaan diri. Mereka harus mendengarkan dengan sungguh-sungguh seruan masyarakat internasional dan Sekretaris Jenderal PBB, dan menghentikan hukuman kolektif terhadap rakyat Gaza," kata Wang menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China, sebagaimana dilansir NDTV, Minggu (15/10/2023).

Diketahui, Israel telah memerintahkan lebih dari satu juta orang di bagian utara Gaza yang padat untuk mengungsi menjelang serangan yang diperkirakan akan terjadi. Sebuah eksodus yang menurut kelompok bantuan akan memicu bencana kemanusiaan.

Setelah pejuang Hamas menerobos perbatasan yang dijaga ketat antara jalur Gaza dan Israel untuk menembak mati, menikam dan membakar hingga tewas lebih dari 1.300 orang. Israel melancarkan kampanye pemboman balasan besar-besaran yang menargetkan kelompok Islam yang telah menewaskan lebih dari 2.200 orang di Gaza.


Ribuan warga Palestina berlindung di Rumah Sakit Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Jalur Gaza. Guna menghindari serangan udara Israel yang sedang berlangsung.

"Sekitar 35.000 warga Gaza berlindung di rumah sakit. Guna menghindari agresi Israel,” kata direktur rumah sakit, Mohamed Abu Slima seperti dilansir Anadolu, Minggu (15/10/2023).

"Para warga benar-benar panik dan ketakutan. Di tambah banyak keluarga yang mendirikan tenda di sekitar rumah sakit," ujarnya menambahkan.

Diketahui, militer Israel pada Jumat (13/10/2023) memperingatkan 1,1 juta penduduk di utara Gaza untuk mengungsi dari rumah mereka dan segera pindah ke selatan Jalur Gaza. Seruan itu menyebabkan ribuan orang berlindung di rumah sakit.

Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza mengatakan sedikitnya 70 warga Palestina tewas dan 200 lainnya luka-luka. Dalam serangan udara Israel terhadap iring-iringan truk pembawa warga Palestina yang mengungsi dari Jalur Gaza utara ke bagian selatan.

Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric memperingatkan bahwa perintah pengosongan wilayah utara Gaza akan menimbulkan konsekuensi kemanusiaan. Ini yang mengerikan bagi warga Palestina.

Pasukan Israel terus melancarkan serangan militer di Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan militer oleh kelompok Palestina Hamas di wilayah Israel. Konflik tersebut dimulai pada Sabtu akhir pekan lalu ketika Hamas memulai Operasi Badai Al Aqsasebuah serangan mendadak yang mencakup serangkaian peluncuran roket dan serbuan ke Israel melalui darat, laut dan udara.

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi.

Hamas mengatakan operasi tersebut merupakan pembalasan atas penyerbuan Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur, yang diduduki Israel. Serta meningkatnya kekerasan oleh kalangan pemukim Israel terhadap warga Palestina.

Komentar0