*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Kabar Mengejutkan, Arab Saudi Umumkan Penemuan Cadangan Emas Baru

Arab Saudi mengumumkan penemuan potensi sumber daya emas yang besar di sepanjang 100 km. Ini sebelah selatan tambang emas Mansourah Massarah yang ada di provinsi Al Khurmah di wilayah Makkah.

Foto: Arab Saudi Umumkan Penemuan Cadangan Emas Baru

Perusahaan Pertambangan Arab Saudi (Maaden) menyatakan telah menemukan banyak deposit emas, yang mengindikasikan adanya potensi perluasan penambangan emas di wilayah tersebut. Penemuan pertama di bawah program eksplorasi ekstensif perusahaan yang diluncurkan pada tahun 2022 dan bertujuan untuk membangun jalur produksi logam.

"Hasil pengeboran yang menggembirakan dari beberapa lokasi di Uruq Selatan, sepanjang 100 km di selatan Mansourah Massarah. Ini telah mengungkap karakteristik geologi dan kimia yang mirip dengan deposit Mansourah Massarah," tulis keterangan Maaden seperti dilansir Reuters, Sabtu (30/12/2023).

"Sampel yang diambil menunjukkan adanya deposit emas kadar tinggi sebesar 10,4 gram per ton (g/t) emas dan 20,6 g/t emas di dua lokasi pengeboran acak 400 meter dari dan di bawah Mansourah Massarah. Ini yang berarti ditemukan emas dengan kepadatan tinggi di lokasi tersebut," tulisnya menambahkan.

Mengingat hasil ini, Maaden merencanakan peningkatan agresif rencana kegiatan pengeboran pada tahun 2024 di sekitar Mansourah Massarah. Ini dengan memperluas jejak eksplorasinya di prospek Jabal al-Ghadara dan Bir al-Tawila, 25 km sebelah utara Mansourah Massarah, tempat perusahaan mentransfer sumber daya sebesar 1,5 juta ons untuk pengukuran.

Foto :Arab Saudi Umumkan Penemuan Cadangan Emas Baru

Selanjutnya, Maaden perluas lokasi eksplorasinya di Jabal Ghadarah dan Bir Tawilah, prospek 25 km sebelah utara Mansourah Massarah. Secara kombinasi, hasil pengeboran yang positif ini telah mengidentifikasi potensi pemogokan sepanjang 125 km dengan potensi signifikan untuk menjadi sabuk emas utama kelas dunia.

"Hasil pengeboran dekat tambang di sekitar Mansourah Massarah menunjukkan bahwa sumber daya tersebut terbuka baik pada kedalaman maupun sepanjang pemogokan, sehingga menawarkan potensi yang signifikan untuk memperluas sumber daya di tambang dan, berpotensi, memperpanjang umur tambang dengan pengembangan bawah tanah. Mansourah Massarah telah menyatakan sumber daya emas hampir tujuh juta ons pada akhir tahun 2023 dan kapasitas produksi sebesar 250,000 ons per tahun," tulisnya menerangkan.

Robert Wilt, CEO Maaden, mengatakan bahwa penemuan ini berpotensi menjadi pusat demam emas dunia berikutnya. Serta merupakan bagian kuat dari strategi pertumbuhan.

"Penemuan ini merupakan demonstrasi signifikan dari potensi sumber daya mineral yang belum dimanfaatkan di Arab Saudi. Ini mendukung diversifikasi negara sejalan dengan Visi 2030 dan menjadikan pertambangan sebagai pilar ketiga perekonomian Saudi," ujarnya.

67 persen saham Maaden dimiliki oleh Dana Investasi Publik (PIF), dana kekayaan negara Kerajaan Arab Saudi, dan merupakan penambang terbesar di Teluk. Pada Januari 2023, mereka mengumumkan Manara Minerals, perusahaan patungan dengan PIF, untuk berinvestasi pada aset pertambangan di luar negeri.(*)

Komentar0