GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Empat Kali

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat ada empat kali guguran awan panas. Ini yang keluar dari pusat kawah Gunung Merapi selama periode 12-18 Januari 2024.

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Empat Kali

"Pekan ini terjadi empat kali awan panas guguran ke arah barat daya. Atau hulu Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.400 meter," kata Kepala PVMBG Hendra Gunawan, Jumat (19/1/2024). 

Selain awan panas, Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta juga tercatat meluncurkan guguran lava. Ini sebanyak 88 kali ke arah dan barat daya.

Guguran lava itu sebanyak lima kali mengarah ke hulu Kali Boyong sejauh maksimal 1.200 meter. Termasuk 83 kali ke hulu Kali Bebeng sejauh maksimal 1.600 meter.

"Suara guguran terdengar sembilan kali. Khususnya dari Pos Babadan dengan intensitas kecil hingga sedang," ujarnya. 

PVMBG melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BBPTKG) mengamati ada perubahan morfologi kubah barat daya akibat aktivitas awan panas dan guguran lava tersebut. Sedangkan, morfologi kubah tengah relatif tetap.

Berdasarkan analisis foto udara tanggal 10 Januari 2024. Volume kubah barat daya terukur sebesar 2.663.300 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.358.400 meter kubik.

Lebih lanjut Hendra mengatakan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif dengan tingkat status level III atau siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol lima kilometer. Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung. Ini yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," ucapnya. (*)

Komentar0