*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Akibat Hujan Deras, Sekolah Kebanjiran dan Badan Jalan di Banjarwangi Tertimbun Longsor

Dengan bantuan alat bertat unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Banjarwangi melakukan evakuasi dan pembersihan material badan jalan, pasca longsor di Kampung Burujul, Desa Banjarwangi.

Dua petugas melihat longsoran tanah

Selain di Banjarwangi longsor juga terjadi di Kecamatan Kersamanah. Camat Kersamanah, Muhammad Topan Sandi mengatakan,longsor terjadi di Kampung Panamur Desa Kersamanah, Kecamatan Kersana, dan terjadi pada Minggu dini hari (07/01/2024) atau sekitar pukul 02.00 WIB.

Ia mengatakan, adapun titik lokasi terdampak akibat bencana longsor di Kecamatan Kersamanah ini yaitu jalan poros desa dan TPT, dengan lebar 4 meter, tinggi 4 meter, dan panjang 75 meter.

"Kerugian akibat bencana tersebut ditaksir sebesar Rp150 juta. Berdasarkan laporan yang masuk, semua bencana terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi di lokasi kejadian, sehingga terjadi longsor di beberapa lokasi,"tuturnya.Senin (8/01/2024).

Dibagian lain, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut langsung terjun menangani pohon tumbang di Kecamatan Karangtengah dengan membawa mesin pemotong kayu dan bantuan lainnya.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dan mencegah kerusakan lebih lanjut sambil menunggu langkah pemulihan lebih komprehensif dari pemerintah daerah.

Sama akiabt Hujan Deras sepanjang hari sejak Minggu sore hingga senin pagi mengakibatkan banjir di Kampung Mundahar Desa Sukamanah Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, Senin (8/1/2024)

Banjir itupun memggenangi SDN Sukamanah 02 di Jalan Manduhur, Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, menjadikan para siswanya belajar di tengah genangan air.

Camat Jonggol Andri Rahman mengatakan ketinggian banjir di SD Sukamanah 02 hingga mencapai betis orang dewasa. Air merendam seluruh area lapangan dan menggenangi tiga ruang kelas.

"Meski begitu di hari pertama masuk sekolah ini siswa tidak diliburkan, karena masih ada ruang kelas yang tidak terdampak," kata Andri, Senin (8/1/2024).

Banjir di sekolah tersebut terjadi sejak Minggu (7/1/2024) dan berlangsung sampai Senin siang, akibat curah hujan tinggi.

Andri mengatakan setiap musim hujan, sekolah tersebut kerap jadi langganan banjir karena posisi sekolah tersebut lebih rendah. Selain itu, di area tersebut tidak ada saluran pembuangan air, sehingga ketika diguyur hujan air tidak terbuang keluar.

"Waktu itu juga kebanjiran tapi hanya lapangan saja. Sekarang masuk ke ruangan. Karena memang sekolah itu dibangun di dataran paling rendah dan bekas sawah," terangnya.

Untuk mencegah banjir kembali terulang, pihaknya telah meminta petugas BPBD untuk menyiapkan mesin pompa untuk menyedot air.

Selain SDN Sukamanah 02, banjir juga sempat merendam perumahan Puri Asri 3. Namun, banjir berangsur surut dan warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

"Banjir Kantor Desa Singajaya juga tadi sudah surut juga. Anggota kami masih terus memantau karena masih ada potensi curah hujan tinggi," Tutupnya. (*)

Komentar0