GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==

Inilah Kronologi Kejamnya Pembunuhan Berencana di Dalangi Istri Bejat di Karawang

Polres Karawang melalui Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana yang di dalangi oleh istri korban yang menyewa pembunuh bayaran asal Banyumas dengan bayaran 1,5 juta.

Rekontruksi Pembunuhan Berencana yang di Dalangi Sang Istri, 15 Adegan Diperagakan

Kasus pembunuhan ini tak luput menjadi perhatian masyarakat yang didasari oleh rasa penasaran untuk menyaksikan langsung pada saat olah TKP.

Kasatreskrim Polres Karawang AKP Abdul Jalil mengungkapkan, sebanyak 15 peragaan adegan dimana pelaku PD menelepon korban untuk menjemput di lokasi kejadian dengan beralasan motor mogok. Akan tetapi pada saat korban tiba di lokasi di minta untuk menyetep motor pelaku PD dan pelaku RZ yang dibonceng oleh korban tiba-tiba menusuk leher korban.

“Saat itu pelaku menelepon korban untuk menjemput di lokasi kejadian, adegan selanjutnya terjadi ketika korban tiba di lokasi. Pelaku RZ, yang sebelumnya membantu mendorong motor korban, tiba-tiba mengambil posisi di belakang korban dan menusuk bagian leher.” ujarnya.

Sambung Abdul Jalil, pada saat kejadian antara pelaku RZ dan korban terjadi perangkat, lalu pelaku PD turun dari motornya dan membantu pelaku RZ dengan membacok perut korban dan dada korban. Setelah itu pelaku PD dan RZ kabur dari ke tempat kejadian dan berhenti di alfamart loji untuk memberitahu pelaku OC yaitu istri korban bahwa sudah terlaksana perbuatan pembunuhan tersebut.

“Pada saat kejadian, terjadi perangkat antara korban dan pelaku RZ. Kemudian pelaku PD turun dari motor dan membantu pelaku RZ dengan membacok perut dan dada korban. Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan bahwa pelaku RZ dan PD sempat berhenti di Alfamart untuk memberitahu pelaku OC yaitu istri korban, bahwa sudah terlaksana perbuatan mereka. Kemudian, mereka diarahkan untuk berhijrah dan menentukan rute pelarian,” ungkap AKP Abdul Jalil.

Adapun dari keterangan pelaku dan beberapa saksi bahwa para pelaku sudah menentukan rute termasuk arah loji.

“Tidak ada arahan dari pelaku OC namun rute sudah ditentukan. Pada saat pemberhentian kedua di warung, pelaku OC menelepon kembali bahwa jangan banyak berhenti karena akan orang-orang curiga sehingga pelaku P dan R berangkat menuju kosan untuk membereskan baju kemudian pelaku R kabur menuju ke arah Purwokerto,” pungkasnya (*).

Komentar0