*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Kasus ISPA di Kecamatan Tirtamulya Tertinggi di Kabupaten Karawang

 Kasus ISPA tertinggi sepanjang tahun 2023 terjadi di Kecamatan Tirtamulya dengan jumlah 10.189 dari bidang kesehatan, tahun 2023 terjadi kasus penyakit ISPA yang dialami oleh masyarakat. Berdasarkan jumlah data yang telah masuk di Dinas Kesehatan Karawang, sepanjang tahun 2023 penyakit ini terjadi sebanyak 166.205 kasus.(9/1/24).

Foto ilustrasi : Pasein ISPA dan dokter

Kepala Bidang P2P dr.Yayuk Sri Rahayu menyampaikan, kasus tertinggi terjadi di September dengan sebanyak 17.282. Selanjutnya di Oktober mengalami penurunan sebanyak 531 kasus dan menurun kembali sebanyak 2.315 di November.

“Untuk ISPA di tahun 2023 ini total dari usia 0-60 tahun ada 166.205. Kalau dilihat dari per bulan itu tertinggi di Bulan September 17.282 kemudian di Oktober 16.751 dan turun di November 14.436 dan Desember 12.421. Paling banyak itu rentan usia 9 sampai 60 tahun,” ujarnya Selasa (9/1/2024).

Faktor penyebab penyakit itu berasal dari adanya polusi udara yang telah terjadi. Pemerintah daerah juga telah melakukan pemeriksaan kondisi udara di tahun sebelumnya. Tidak hanya itu faktor lainnya akibat dari adanya cuaca panas. Kasus di Karawang yang terendah terjadi di April dengan sebanyak 10.687.

“Penyebabnya karena polusi udara, kalau dari cuaca panas di bulan September itu masih panas. Paling rendah itu di bulan April 10.687. Kalau di Karawang pernah di test menggunakan alat untuk kualitas udaranya,” tambahnya.

Meski berada di wilayah Utara Kabupaten Karawang, namun tidak menjadikan Kecamatan Tirtamulya mempunyai kasus sedikit. Kecamatan ini justru menjadi wilayah dengan kasus yang tertinggi. Ia tidak menyebutkan penyebab kasus tersebut tinggi di wilayah itu.

“Tertinggi di daerah Tirtamulya 10.189 dalam satu tahun, kami mendapatkan laporan ini dari puskesmas di sana. Kita tidak melakukan penelitian penyebab kasus tinggi di sana. Pangkalan ada 3.365 dan untuk Tegalwaru ada 260. Di Wanakerta justru lebih banyak ada 7.406, di Karawang Kota 1.570 kasus,” imbuhnya.

Sebagai langkah mencegah ISPA yang terjadi di anak-anak, telah diberikan imunisasi PVC sebanyak 3 kali bagi 38.768 anak. Ia menghimbau agar tetap melakukan hidup bersih dan sehat serta menggunakan masker. Selain itu tetap rajin untuk mencuci tangan.

“Tetap perilaku hidup bersih dan sehat kemudian ketika memang sakit harus pakai masker agar tidak tertular. Berobat dan istirahat juga ketika sedang sakit. Jangan lupa juga mencuci tangan agar tangan kita terbebas dari kuman dan penyakit. Kita melakukan upaya promotif dengan memberikan edukasi dan penyuluhan, kemudian melakukan kuratif preventif. Kami juga sudah memberikan imunisasi PVC untuk 38.768 anak yang dilakukan sebanyak tiga kali,” pungkasnya (*)

Komentar0