*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Kemenko PMK: ​Pemilu Jangan Korbankan Kerukunan Anak Bangsa,Pasang APK Harus di Tempat Berizin

Pesta demokrasi Pemilu 2024 jangan sampai mengorbankan kerukunan sesama anak bangsa. Perbedaan pilihan dalam pemilu merupahan hal biasa dan sebuah keniscayaan.

Foto ilustrasi

"Paham akan perbedaan pilihan menjadi suatu hal yang sangat penting. Dan tidak mudah terbawa info-info yang simpang siur (hoaks-red)," kata Deputi VI Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Minggu (14/1/2024).

Tingkat kerukunan yang terjaga saat ini, Warsito mengharapkan, bisa bertahan sampai selesainya proses Pemilu 2024. Pemerintah hingga tokoh masyarakat, dimintanya memberikan edukasi tentang keharmonisan.

Kualitas Pemilu 2024 ini, menurutnya, harus benar-benar berfungsi sebagai pesta rakyat. Pesta demokrasi, seperti layaknya sebuah acara yang penuh kegembiraan.

"Pesta itu kan menyenangkan berpartisipasi bergembira. Kita ada darah warisan itu (kerukunan) di seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.​

Disisi lain untuk pemasangan APK (alat peraga kampanye) selama masa kampanye Pemilu 2024 harus di tempat yang sudah memiliki izin. Hal tersebut diingatkan pula Deputi VI Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Warsito.

"Memberikan edukasi baik, termasuk yang tidak kalah penting adalah papan-papan baliho, spanduk. Agar (memasang-red) benar-benar di tempat yang memang sudah mendapatkan izin dari pemerintah maupun otoritas daerah," kata Warsito, Minggu (14/1/2024).

Menurutnya, pemasangan APK yang bukan pada tempat yang ditentukan dapat mengakibatkan mengganggu kenyamanan publik. Ini juga dapat membuat tata ruang kota tidak indah dipandang mata.

Dalam kesempatan itu, Warsito mengatakan Pemerintah akan konsisten memosisikan diri netral selama Pemilu 2024. Ia juga mengharapkan seluruh tokoh masyarakat dan pemuda dapat memberikan contoh dalam pendidikan demokrasi.

"Generasi muda mendapatkan pendidikan di sekolah kampus, ini benar-benar mengikuti proses itu. Saya mengajak ini bagian dari laboratorium pendidikan demokrasi kepada kepada anak-anak kita, juga generasi muda," ujarnya.(*)

Komentar0