*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Kemenlu Pastikan Tak ada WNI di Japan Airlines, Jumlah Korban Meninggal Gempa Jepang Jadi 64 Orang

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu ) RI memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) pada penerbangan Japan Airlines. Di mana maskapai tersebut bertabrakan di Bandara Haneda Jepang, Selasa (2/1/2024).

Foto : Sebuah pesawat terbakar di landasan Bandara Haneda Tokyo, Jepang, Selasa (2/1/2024) waktu setempat. Pesawat itu berasal dari maskapai Japan Airlines. (Foto: REUTERS/Issei Katto)

"Semua penumpang selamat. Tidak ada WNI," kata Juru bicara Kemenlu Lalu Muhamad Iqbal dalam keterangan tertulis, Rabu (3/1/2024).

Menurutnya, saat ini penerbangan dari Haneda, Tokyo juga telah kembali normal. "Saat ini penerbangan dari Haneda sudah kembali normal," ucapnya.

Diketahui, pesawat Japan Airlines bertabrakan dengan pesawat Penjaga Pantai. Hal itu mengakibatkan kedua pesawat tersebut terbakar.

Sebanyak 379 orang baik itu penumpang dan kru berhasil dievakuasi dengan selamat. Sedangkan lima dari enam kru pesawat Penjaga Pantai meninggal dunia.

Saat ini otoritas keselamatan penerbangan di Jepang memulai investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Jepang akan menggandeng Prancis dan Inggris pada investigasi tersebut. 

Kabar lain mewartakan, setidaknya 64 orang meninggal dalam gempa dahsyat yang mengguncang Semenanjung Noto dan sekitarnya di Jepang tengah. Puing-puing dan jalan-jalan yang terputus masih menghalangi operasi pencarian dan penyelamatan pada Rabu (3/1/2024).

Dua hari sejak gempa magnitudo 7,6 telah menyebabkan kerusakan struktural dan kebakaran besar di kota Wajima. Namun, tingkat bencana di kota yang berada di Prefektur Ishikawa di pesisir Laut Jepang, masih belum diketahui sepenuhnya.

Badan Meteorologi Jepang memprediksi kemungkinan terjadi hujan sesekali hingga Kamis (4/1/2024) di daerah-daerah terkena bencana di prefektur tersebut. Mengutip dari Kyodo News, beberapa jalur konektivitas desa masih terputus dan memperingatkan potensi tanah longsor.

Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) direncanakan menggunakan helikopter untuk mengirimkan pasokan ke daerah-daerah terpencil. Otoritas setempat meminta pemerintah pusat mengirim personel Pasukan Bela Diri Jepang untuk misi bantuan bencana.

Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan pada konferensi pers Rabu bahwa pemerintah memutuskan meningkatkan jumlah anggota SDF. Jumlahnya 1.000 yang saat ini bekerja di wilayah terkena bencana dan dinaikkan menjadi 2.000.

Sementara itu, pemerintah kota di Prefektur Ishikawa mengatakan menerima informasi kasus orang terkubur hidup-hidup atau terjebak. Gempa bumi pada Hari Tahun Baru berpusat sekitar 30 kilometer timur-timur laut Wajima.

Kedalaman sementara gempa adalah 16 km dan mencatat tingkat tertinggi 7 pada skala intensitas seismik Jepang. Di kota itu, sebuah bangunan tujuh lantai roboh ke samping.

Gempa tingkat 7 digambarkan membuat orang tidak bisa berdiri. Gempa seperti itu terakhir kali tercatat pada tahun 2018 di Hokkaido menurut badan cuaca.

Dan diketahui, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mencatat sebanyak 105 warga negara Indonesia (WNI) berada di shelter-shelter pengungsian. Mereka mengungsi usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Prefektur Ishikawa, Jepang, Senin (1/1/2024).

"Dari hasil komunikasi dengan simpul-simpul WNI di sekitar lokasi gempa, terdapat sekitar 105 WNI yang saat ini berada di shelter-shelter yang disediakan otoritas setempat. Mereka membutuhkan bantuan logistik," kata Iqbal dalam keterangan tertulis, Rabu (3/1/2024).

Meski demikian, lanjut Iqbal, Kedutaan Besar RI Tokyo saat ini sudah mulai mendistribusikan bantuan logistik. Khususnya bagi WNI yang terdampak gempa tersebut.

Selain itu, lanjut Iqbal, otoritas Jepang telah mencabut peringatan tsunami. Namun tetap memperingatkan gempa susulan dalam sepekan ke depan.

Dampak gempa paling besar dirasakan di Semenanjung Noto, dengan ratusan rumah dilalap api dan yang lainnya rata dengan tanah. Saat ini, ada 1.315 warga negara Indonesia yang menetap di Prefektur Ishikawa.

Sesar pemicu gempa bumi besar di Jepang tengah diprediksi membentang sekitar 150 kilometer di bawah Semenanjung Noto. Dan aktivitas seismik terkait pada Tahun Baru itu kemungkinan akan terus berlanjut untuk sementara waktu.

Sebelumnya, Panel ahli pemerintah mengatakan hal tersebut pada Selasa (2/1/2024) di Tokyo. Mereka yakin gempa magnitudo 7,6 tersebut disebabkan sesar terbalik.

Mereka menjelaskan sesar terbalik itu sebagai dinding gantung bagian atas sesar bergeser ke atas menjauhi dinding kaki.

Area aktivitas tektonik telah meluas di dalam dan sekitar wilayah tersebut. Penduduk diminta harus tetap waspada terhadap gempa lanjutan yang mencatat tingkat tertinggi 7 pada skala intensitas seismik Jepang.

Aktivitas seismik kuat telah terdeteksi di utara semenanjung, yang terletak di Prefektur Ishikawa di pesisir Laut Jepang. Panel tersebut mengatakan mereka telah mendeteksi aktivitas itu sejak Desember 2020. 

Wilayah tersebut sempat dilanda gempa berkekuatan 5,4 pada Juni 2022 dan satu gempa berkekuatan 6,5 pada Mei 2023. Naoshi Hirata, profesor emeritus Universitas Tokyo yang memimpin panel, mengatakan gempa terbaru ini diyakini bagian aktivitas seismik itu.

"Saat ini belum diketahui secara pasti bagian patahan mana yang bergerak," kata Naoshi Hirata, seperti dikutip dari Kyodo News, Rabu (3/1/2024). (*)

Komentar0