GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==

Layanan Kesehatan Diminta Lebih Dekat, Kades Usul Program 1 Desa 1 Mantri

Pelayanan Kesehatan bagi masyarakat di rasa semakin ruwet. Baik soal kepesertaan JKN BPJS Kesehatan, layanan rujukan hingga akses yang lama di tempuh. Kondisi ini, menjadi dalih sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Lemahabang agar Pemerintah Sudi memprogramkan 1 Desa 1 Mantri Kesehatan. 
Foto : Ilustrasi


"Sekarang warga sudah sakit, harus di evakuasi jauh ke layanan kesehatan, kemudian sudah sampai di Klinik dan Puskesmas di periksa JKN Kepesertaannya hingga kemudian antri pemeriksaan dan antri menerima resep obat. Jadi dimana pelayanannya ketika orang sakit tidak di datangi dulu saja sama Nakes ke rumah-rumah warga, sehingga lebih meringankan warga yang sakit mendapatkan layanan kesehatan di tempat, " Kata Kades Karangtanjung Juhari SH, Selasa (23/1/2024). 

Kades Pulojaya Solehudin mengatakan, semua lini kesehatan di desa, terlalu banyak di bebankan kepada Bidan Desa yang seharusnya fokus pada Ibu Hamil dan Melahirkan. Namun kenyataannya, bidan desa dibebani penanganan stunting, angka kematian ibu dan anak, pendataan program, pelaporan administrasi, kesehatan masyarakat, posyandu yang jumlahnya belasan setiap desa, menggawangi para kader dan lainnya. Di satu sisi, bidan desa itu bekerja dan di tugaskan di desa, disisi lain mereka juga dituntut kerja dan absensi hadir di Puskesmas. Maka, atas dasar ini, ada baiknya memang program 1 Desa 1 Mantri Kesehatan hadir ditengah masyarakat.

"Ketika Pendamping Desa ada, Penyuluh Pertanian Ada, bahkan rencana 1 Advokat 1 Desa juga akan hadir, kenapa gak bisa satu desa satu mantri kesehatan? Kayak dulu kan mantri keliling seminggu dua kali ke rumah warga memeriksa kesehatan dan membawa obat yang diperlukan, jangan semua ke Bidan Desa, " Katanya. (Rd)

Komentar0