*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Malam Tahun Baru, Hujan Mengguyur Kota Tasikmalaya, Kawasan Jalan Asia Afrika Dipadati Masyarakat

Sejak Minggu sore (31/12/2023) hujan mengguyur wilayah Kota Tasikmalaya. Termasuk di wilayah kota yang dijadikan pusat kegiatan masyarakat menunggu pergantian tahun.

Foto : Jalan Asia Aprika

Meski hujan, ini tidak menyurutkan warga menghabiskan waktu bersama keluarga, sambil menunggu malam pergantian tahun.Tempat makan pinggir jalan, menjadi salah satu tempat yang menjadi buruan warga sambil menunggu pergantian tahun.

Edi (45) warga Aboh, Kota Tasikmalaya mengatakan, Ia sengaja membawa keluarga untuk menunggu waktu pergantian tahun."Ya hujan sih, tapi gimana lagi. Anak- anak juga ingin menunggu malam tahun baru sambil jalan- jalan keluar," katanya, Minggu (31/12/2023).

Senada dengan Edi, Dini (30) warga Cipedes Kota Tasikmalaya sengaja menunggu waktu pergantian tahun bersama keluarga."Ya mau ke HZ. Mustofa, sambil jalan - jalan. Tapi sayang hujan," ucapnya.

Sebagai warga, di tahun baru ini, Ia berharap segala kebaikan untuk Kota Tasikmalaya. Terutama di tahun Politik.

"Mudah- mudahan, Kota Tasikmalaya semakin maju. Bangsa Indonesia juga semakin maju," harapnya.

Sedangkan menjelang malam pergantian tahun, Jalan HZ. Mustofa Kota Tasikmalaya ditutup untuk area "Car Free Night".Di area ini pun, digelar pentas seni bertajuk Syukur Waktu ke 12, yang berisikan berbagai kegiatan pentas seni, para seniman Kota Tasikmalaya.

Kawasan Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga,dipadati wisatawan yang hendak merayakan pergantian malam tahun baru. Mereka berasal dari berbagai daerah di Bandung Raya dan Jabodetabek.

Pantauan, di Jalan Asia Afrika tepatnya di dekat Gedung Merdeka terjadi kepadatan kendaraan roda dua dan roda empat. Para wisatawan pun membeludak di trotoar dan pedestrian.

Di Jalan Braga, wisatawan memadati kawasan tersebut. Mereka hendak merayakan malam tahun baru di sejumlah tempat di kawasan itu.Salah seorang warga asal Cilenyi Tama sengaja datang ke Kota Bandung untuk merayakan malam tahun baru di Jalan Asia Afrika. Ia mengaku datang bersama pasangannya menggunakan sepeda motor.

"Datang jam 13.00 Wib, ya sengaja datang ke sini ingin merayakan malam tahun baru," kata dia ditemui di Jalan Asia Afrika Bandung.

Sementara itu, salah seorang wisatawan asal Cibiru Bandung Husein mengaku sering merayakan malam tahun baru di kawasan Asia Afrika. Ia mengatakan kawasan tersebut enak dipandang, "Ya senang ke sini," katanya.

Satlantas Polrestabes Bandung membuka opsi buka tutup jalan apabila terjadi kemacetan di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung saat malam pergantian tahun. Titik rawan macet di Jalan Dr Djunjunan-Pasteur, Jalan Asia Afrika, Jalan Braga, Jalan Cihampelas, Sukajadi, Setiabudi dan Jalan Diponegoro.

Kasatlantas Polrestabes Bandung Kompol Eko Iskandar mengatakan titik rawan macet pada malam pergantian tahun berada di Jalan Dr Djunjunan-Pasteur, Jalan Braga, Jalan Asia Afrika, Jalan Diponegoro, Jalan Cihampelas, Sukajadi dan Setiabudi.

"Kita sudah memetakan beberapa titik kerawanan macet yang mungkin diprediksi akan terjadi kepadatan dan kemacetan saat malam tahun baru antara lain Pasteur, Dr Djunjunan, Asia Afrika, Braga kemudian di sekitar Gasibu termasuk Cihampelas dan Sukajadi dan Setiabudi," paparnya.

Eko menambahkan, opsi buka tutup jalan masih bersifat situasional dan tidak terdapat penutupan jalan. Namun, khusus untuk jembatan Pasopati atau yang dikenal sekarang Jalan Mochtar Kusumaatmadja akan ditutup sejak pukul 23.00 Wib hingga selesai.

"Pola yang dilakukan sementara masih situasional, tidak ada penutupan (jalan)," tandasnya.(*)

Komentar0