*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Perayaan Imlek, Kue Keranjang Banyak Di Buru Masyarakat

Siapa yang tak kenal kue keranjang ketika perayaan Imlek. Kue ini menjadi makanan khas yang mesti ada saat peringatan tahun baru Imlek, seperti halnya ketupat bila perayaan Idulfitri atau lebaran.

Perayaan Imlek, Kue Keranjang Banyak Di Buru Masyarakat

Kue keranjang memiliki nama asli Nian Gao atau Ni Kwee yang artinya kue tahunan karena dapat dimakan sepanjang tahun. Kue keranjang mulai disajikan sebagai makanan di era dinasti Tang pada 618-907 masehi. Memakan kue keranjang di malam Imlek dipercaya menambah rejeki.

Di Kota Bandung, ada salahsatu produsen yang rutin setiap menghadapi Imlek selalu memproduksi kue keranjang ini secara turun temurun. Lokasinya berada di wilayah Jalan Pajagalan nomor 36.

Vincent Ruslianto pemilik dari kue keranjang Tek Kie mengaku produksi kue ini sudah ada sejak era buyutnya dan kini dilanjutkan olehnya. Dia menyebut biasanya memulai memproduksi kue keranjang sebulan menjelang Imlek dan mendekati Imlek produksinya mulai ditingkatkan.

"Berhubung kami ini pada momen biasa tak memproduksi, jadi hanya saat momen Imlek saja memproduksinya. Kami membuat sekitar 2 ton per harinya atau sekitar 4000-5000 pcs kue keranjang per hari," ujar Vincent, Selasa (30/1/2024).

Pembuatan kue keranjang ini, lanjut Vincent membutuhkan waktu sekitar 18 jam dari awal sampai akhir. Kemudian, kue keranjang yang sudah dibuat didistribusikan ke wilayah Bandung dan sekitar, lalu ada ke Jakarta, Cirebon, Cianjur, hingga wilayah lain di Jabar.

"(Kue keranjang) sudah semakin terkenal ditambah lagi karena memang kue keranjang ini makanan khas yang harus ada saat perayaan Imlek. Dalam seminggu kami bisa hasilkan 50 ribuan pcs," katanya.

Bagi yang ingin membeli bisa memesannya atau bisa juga datang langsung ke tempat pembuatan baik satuan atau pesanan dalam jumlah banyak.

Vincent menambahkan, kue keranjang Tek Kie memiliki tiga varian rasa, antara lain original, pandan, dan kulit jeruk dengan ukuran dari 330 gram, 500 gram, dan 1 kilogram.

"Harganya itu mulai Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu. Semoga Imlek tahun ini lancar enggak ada masalah apapun dan penjualannya bagus. Biasanya H-10 sudah mulai banyak pesanan," tandasnya.(*)

Komentar0