*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

PVMBG Berikan Peringatan Gunung Bromo Potensi Erupsi Freatik

 Tim Kerja Gunung Api PVMBG Kementerian ESDM merekomendasikan, jarak aman radius 1 Kilometer dari bibir kawah Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. Sebab, saat ini Gunung Bromo berada pada Level II, atau waspada dan sewaktu-waktu berpotensi Erupsi Freatik, atau meletus.

Foto : Peringatan Gunung Bromo Potensi Erupsi Freatik

Ketua Tim Kerja Gunung Api PVMBG Kementerian ESDM Ahmad Basuki mengatakan, aktivitas Gunung Bromo perlu diwaspadai oleh masyarakat setempat, termasuk para wisatawan. "Kita harus waspadai terjadinya Erupsi Freatik," kata Ahmad kepada PRO3 RRI, Selasa (9/1/2024) petang.

"Karena karakteristik Gunung Bromo ini, berdasarkan cara erupsinya, tanda tanda erupsinya sangat singkat." Kadang, kata dia, hanya puluhan menit terjadi erupsi, seperti terjadi pada tahun 2024.

"Dan saat itu, sayangnya menimbulkan korban jiwa sebanyak dua orang, lima orang mengalami luka-luka. Sehingga, kita harus mewaspadai aktivitas Gunung Bromo saat ini," kata Ahmad.

Menurut pantauan PVMBG saat ini, kata dia, Gunung Bromo juga berada di Level II atau waspada. "Karena bisa sewaktu-waktu terjadi Erupsi Freatik," kata dia.

Dia juga menjelaskan jarak aman masyarakat dengan Gunung Bromo. "Jadi, dengan rekomendasi masyarakat, kami imbau tidak mendekati bibir kawah Bromo dalam jarak radius 1 Kilometer (Km)," kata Ahmad.

Ahmad juga telah menjelaskan yang dimaksud Erupsi Freatik. "Atau letusan ledakan uap yang terjadi ketika magma memanaskan air tanah atau air permukaan," kata Ahmad kepada rri.co.id, Selasa (5/12/2023).

Seperti diberitakan sebelumnya, hembusan asap putih tebal sekitar 700 Meter terpantau keluar dari kawah Gunung Bromo, Selasa (9/1/2024) pagi. Aktivitas Gunung Bromo juga mengakibatkan gempa tremulous.

Komentar0