GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==

Ulama Jadi Katalisator Umat Jaga Pemilu 2024

Pemilu 2024 sebentar lagi akan di gelar pada 14 Februari 2024 secara serentak di Indonesia, khususnya para ulama se-Bogor Raya menginginkan pesta demokrasi 5 tahun sekali itu berjalan dengan aman dan damai. 

Untuk itu Relawan Rumah Keluarga Bersama (RKB) dan Brigade Indonesia Maju berkolaborasi menginisiasi forum silaturahmi antara tokoh ulama bersama ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU), Habib Luthfi bin Yahya. Pertemuan itu digelar di Pesantren Al-Falak Pagentongan, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor pada Sabtu (20/1/2024) dengan mengundang sekitar 200 ulama se-Bogor Raya.

Habib Luthfi bin Yahya

Ketua Umum Rumah Keluarga Bersama (RKB) Wigit Bagoes Prabowo, mengatakan kehadiran ulama karismatik NU, Habib Lutfhfi dalam silaturahmi dengan 200 ulama berpengaruh di Bogor ini membuktikan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) bukan milik satu partai atau hanya golongan tertentu, tetapi juga milik semua golongan.

“Kita menginisiasi acara ini karena kita ikut wejangan Habib Luthfi dan semua ulama besar NU, termasuk Gus Dur bahwasanya NU harus berada di semua golongan,” kata Wigit, Sabtu (20/1/2024).

Wigit menambahkan dipilihnya Pesantren Al-Falak untuk para ulama bersilahturahmi karena tidak terlepas dari sosok pendirinya, yakni almarhum KH Tubagus Muhammad Falak Abbas bin KH Tubagus Abbas atau lebih dikenal Mama Falak Pagentongan yang keilmuan mengenai ilmu tafsir al Quran dan Fikih diakui oleh ulama Nusantara.

”Saya pikir Kehadiran Habib Luthfi bersama Syekh al Hakim Tubagus Agus Fauzan yang kini mengasuh pesantren ini dapat menjadi katalisator positif antara ulama, santri dan pemimpin politik,” terang Wigit.

Adapun beberapa ulama dan habib yang hadir diantaranya, Syekh al Hakim Tubagus Agus Fauzan bin Tubagus Muhammad Falak selaku Pemimpin Pesantrean Al-Falak, Pagentongan, lalu Habib Hasan Alatas, Habib Novel Alaydrus, Habib Andurrahman Shahab, Habib Max bin Yahya, KH Zein Djarmuzi, KH Ubaidillah, KH Abdullah Nawawi, KH Syarif Hidayatullah serta KH Arif Rahardian.(*)

Komentar0