*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Waspada ! Kemenkes Pastikan Vaksinasi Efektif Tanggulangi Virus DBD

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) efektif menanggulangi masalah DBD di Indonesia. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imam Pambudi menyatakan, target pemberian vaksinasi adalah nol kematian akibat DBD.

Foto ilustrasi Pasein DBD

"Vaksin berfungsi sebagai pencegahan, di mana tubuh seseorang yang telah disuntikkan vaksin akan merangsang antibodi. Selanjutnya untuk belajar dan mengenali virus yang telah dilemahkan tersebut hingga tubuh mengenai virus dan mengurang risiko terpapar," kata Imam .

Sebelumnya, Kemenkes berencana menjadikan vaksin DBD sebagai salah satu program vaksinasi pemerintah untuk digratiskan. Introduksi (perkenalan) vaksin DBD tersebut akan dimulai di 2025.

“Namun, saat ini salah satu provinsi yang sudah melakukan introduksi vaksin DBD adalah Kalimantan Timur. Selama masa introduksi itu akan dikuti dengan kajian-kajian untuk melihat bagaimana dampaknya, mekanisme pemberian, dan efektifitasnya," kata Imam.

Dijelaskan, kajian adalah salah satu bagian penting. Sebelum sebuah program vaksinasi dinyatakan sebagai program nasional.

Diungkapkan, vaksin yang dipakai untuk introduksi di Kalimantan Timur adalah jenis vaksin Qdenga. Vaksin tersebut merupakan vaksin dengan indikasi untuk pencegahan disebabkan virus dengue pada usia 6 sampai 45 tahun.

Berdasarkan informasi yang ada, Qdenga diproduksi oleh IDT Biologika GmbH Germany. Dirilis oleh dan terdaftar atas nama Takeda GmbH Germany.

Namun, Imam menegaskan, penting juga menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitar. "Hal ini sangat penting sebagai cara untuk memastikan tidak digigit nyamuk Aedes aegypti," ujarnya.(*)

Komentar0