Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengungkapkan, terdapat pemilih Pemilu 2024 yang nyoblos surat suara lebih dari satu kali. Hal tersebut, terjadi di 2.413 TPS di Indonesia.

Foto ilustrasi

Data pemilih mencoblos lebih dari sekali itu, Bagja mengaku, menurut hasil monitoring Siswaslu (Sistem Informasi Pengawas Pemilu). "2.413 TPS yang didapati adanya pemilih menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali," kata Bagja saat konferensi pers di kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2024).

Tak hanya itu, Bagja membeberkan, terdapat pula dugaan pelanggaran Pemilu lainnya. Seperti, ada saksi yang mengenakan atribut kampanye di TPS hingga mobilisasi mengarahkan memilih pasangan tertentu.

"Terjadi sebanyak 2.271 TPS yang petugas dan pemilihnya mendapatkan intimidasi. Bawaslu akan memberikan tindak lanjut dari hasil pengawasan," ucap Bagja.

Kemudian, Bagja menekankan, petugas KPPS harus melakukan pemungutan penghitungan suara sesuai aturan, melengkapi logistik di TPS. "Meminta petugas KPPS cek ulang terhadap suara sah dan tidak sah dengan jumlah pemilih di TPS," ujar Bagja.

Berikut rincian enam permasalahan di penghitungan suara Pemilu 2024:

1. Ada 11.233 TPS yang didapati Sirekap tidak dapat diakses oleh pengawas Pemilu, saksi, dan atau masyarakat.

2. Ada 3.463 TPS yang didapati melakukan penghitungan suara dimulai sebelum waktu pemungutan suara selesai.

3. Ada 2.162 TPS yang didapati adanya ketidaksesuaian jumlah hasil penghitungan surat suara yang sah. Dan surat suara yang tidak sah, dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih.

4. Ada 1.895 TPS yang didapati pengawas TPS tidak diberikan model C hasil salinan.

5. Ada 1.888 TPS yang didapati saksi, pengawas TPS, dan warga masyarakat tidak dapat menyaksikan proses penghitungan suara secara jelas.  

6. Ada 1.473 TPS yang didapati adanya intimidasi terhadap penyelenggara. (*)