Bawaslu Kota Depok sedang mendalami dugaan money politic atau politik uang calon legislatif (caleg) DPR RI Pemilu 2024 dari Partai Golkar, Ranny Fahd Arafiq, di Sawangan, Senin (12/2/2024). Bawaslu Kota Depok telah memanggil pelapor dan hari ini, Rabu (28/2/2024) akan memanggil saksi.

Caleg DPR RI Golkar Dapil Bekasi-Depok, Ranny Fahd Arafiq, pada Pemilu 2024. (Foto: Instagram

Komisioner Bawaslu Kota Depok, Sulastio menyebut ada dua laporan masuk ke Bawaslu Kota Depok terkait politik uang yang melibatkan Ranny, yaitu di Cinere, Sawangan. Namun, pelapor yang sudah hadir memberikan keterangan ke Bawaslu adalah lokus politik uang yang berada di Sawangan.

"Pelapor dari Sawangan dari Ikatan Mahasiswa sudah memberikan keterangan kemarin, Selasa 27 Februari 2024. Kalau pelapor dari Cinere, belum datang," kata Sulastio, Rabu (28/2/2024).

Kepada Bawaslu, pelapor mengaku mempunya saksi yang siap dimintai keterangan. Saksi adalah warga sempat yang menerima amplop berisi uang dan di dalam ada kartu caleg Ranny.

"Barang bukti yang dimiliki pelapor cuma foto amplop duit sama stiker. Uangnya ada dua, ada yang Rp150 ribu, ada yang Rp250 ribu. Pelapor bilang ada saksi yang menerima," katanya.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Datin Bawaslu Depok itu melanjutkan, usai mendapat keterangan saksi, pihaknya kemudian akan mendalami penyalur amplop politik uang tersebut. 

"Siapa yang bagi-bagikan uang akan menjadi pendalaman selanjutnya usai mengantongi keterangan dari saksi penerima," ujar Sulastio.

"Kalau subjek pelakunya nanti sudah terpenuhi, materi uang udah terpenuhi, lalu diberikan (uang) itu diberikan ke orang juga terpenuhi, baru dia masuk ke kategori keterpenuhan unsur," ujar Sulastio.

Diketahui, pada Senin (12/2/2024) beredar foto politik uang yang dilakukan Ranny Fahd Arafiq di masa tenang Pemilu 2024. Foto tersebut memuat uang Rp100 ribu dan stiker menyerupai surat suara berwarna kuning lengkap dengan logo KPU dan Pemilu 2024 bertuliskan "Surat Suara Pemilihan Umum Anggota DPR RI, Dapil Kota Depok-Kota Bekasi nomor 1 Ranny Fahd Arafiq".

Ranny Fahd Arafiq merupakan istri dari eks Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan anak dari mendiang Arafiq, Fahd el Fouz. Fahd pernah divonis 4 tahun penjara dalam korupsi pengadaan Alquran dan laboratorium komputer MTs Kementerian Agama pada tahun 2011-2012.(*)