Situasi pleno rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Cikampek di Aula lantai 2 Kantor Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, tiba-tiba dibuat tegang usai digerudug oleh ratusan massa yang mengatasnamakan Relawan Anggie (Maranggi) pada Rabu (28/2).

Alhasil, pleno yang akan digelar dengan agenda rapat penutupan pleno rekapitulasi penghitu suara oleh PPK Cikampek tersebut pun langsung terhenti sejenak.

Berdasarkan penelusuran di lokasi, kedatangan mereka untuk mencari Ketua PPK Cikampek yang diduga telah berbuat curang dengan perubahan perolehan suara yang didapatkan oleh salah satu Caleg incumbent DPRD Kabupaten Karawang asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Daerah Pemilihan (Dapil) V Karawang nomor urut 09, Anggi Rostiana Tarmidi. Pasalnya, dugaan itu terkuak usai tim relawan Anggi tersebut mendapatkan bocoran salinan D1 hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Kecamatan Cikampek.
Digerudug Ratusan Relawan Caleg PKB di Karawang, Anggi Sebut Bakal Pidanakan Oknum PPK Cikanpek

Dari bocoran salinan tersebut, mereka melihat adanya sejumlah kejanggalan pada perolehan suara milik politisi perempuan asal PKB yang tiba-tiba saja perolehan suaranya sangat jauh berbeda dengan perolehan suara pada C1 salinan dan C1 Plano.

Atas hal tersebut lah yang membuat ratusan massa yang didominasi oleh kaum laki-laki itu, menuntut kepada pihak PPK Cikampek untuk menjelaskan soal adanya perubahan suara yang diraih oleh Anggi Rostiana Tarmidi karena tidak sesuai dengan hasil suara yang diperolehnya dari C1. Bahkan massa juga menuntut Ketua PPK Cikampek, Khoer, untuk menjelaaskan kaitan dengan adanya bocoran hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkatan kecamatan yang direkap dalam form D1 PPK Cikampek.

Ketua PPK Cikampek, Khoer terpantau hanya terdiam seribu bahasa ketika diminta penjelasan oleh salah satu pria yang mengaku sebagai suami dari Caleg PKB Dapil V Karawang dengan nomot urut 09 itu. Massa simpatisan yang terus berdatangan dari kalangan parpol lainnya pun, mendesak kepada Ketua PPK Cikampek untuk bisa menjelaskan semua temuan yang didapatkan oleh tim relawan Anggi Rostiana Tarmidi tersebut.

Khoer yang terus mendapatkan desakan dari ratusan massa simpatisan Caleg pun akhirnya mengatakan bahwa dirinya masih harus menunggu anggota komisioner PPK Cikampek lainnya. Terlebih, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pimpinannya di KPU Kabupaten Karawang untuk menunggu arahan selanjutnya dari KPU.

"Iya pak, baik pasti nanti kita akan duduk bersama untuk hal ini ya, sekarang saya masih nunggu komisioner yang lainnya datang ke sini. Saya juga akan berkoordinasi dengan pimpinan saya di KPU Karawang untuk menunggu intruksi arahan dari pimpinan saya," timpalnya.

Bahkan, diantara para relawan juga ada yang secara lantang menyebutkan nama depan dari salah satu Caleg PKB lainnya di Dapil V Karawang yang diduga mendapatkan perolehan suara milik caleg incumbent tersebut.

"Kamu di bayar berapa sama si Ricky (caleg PKB nomor urut 01 di Dapil V Karawang) i initu hah?, jawab dengan jujur kamu," teriak salah satu relawan Anggi kepada Ketua PPK Cikampek.

Meski tak ikut dalam aksi penggerudugan oleh tim relawannya karena masih dalam proses pemulihan usai melahirkan anak pertamanya, namun politisi perempuan asal PKB yang kini masih menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Karawang, Anggi Rostiana Tarmidi mengungkapkan soal adanya dugaan penggelembungan suara atau peralihan suara milik Caleg di partai lain ke Caleg PKB nomor urut 01, Ricky Sopian.

Demikian pernyataan itu, disampaikan langsung oleh Anggi Rostiana Tarmidi saat dihubungi melalui sambungan telepon selularnya oleh wartawan di lokasi penggerudugan Kantor Kecamatan Cikampek oleh ratusan tim relawannya tersebut.

Oleh sebab itu, senada dengan tuntutan yang diminta oleh ratusan relawannya, Anggi pun menuntut kepada pihak PPK Cikampek untuk melakukan penghitungan ulang. "Jika tidak ada penjelasan klarifikasi yang logis dari pihak PPK Cikampek yang merupakan penyelenggara Pemilu 2024 ini, maka kami akan membuka laporan secara resmi," tegas Anggi Rostiana Tarmidi.

Dengan lantang, Anggi pun meminta pengakuan dari pihak PPK Cikampek untuk secara terang benderang mengakui bahwa disinyalir telah mendapat bayaran berapa banyak oleh salah seorang oknum Caleg di partai yang sama di Dapilnya itu.

"Jadi laporan kami juga, bukan hanya akan melaporkan ke Bawaslu saja ya. Tapi kami juga akan melaporkan dugaan kecurangan inj kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH). Karena semua temuan kami ini, terkait dengan dugaan kecurangan yang diduga dilakukan oleh oknum PPK Cikampek ini sudah sangat jelas bisa masuk ke dalam ranah pidana," terangnya.

Sementara itu dari pantauan di lokasi, PPK Cikampek hanya dihadiri oleh ketuanya saja. Situasi tegang yang masih memanas itu pun, berhasil di redam oleh aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Cikampek bersama puluhan personil TNI-AD dari Koramil Cikampek yang bertugas di lokasi pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat PPK di Kantor Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.

Sampai berita ini diturunkan, rapat dengar pendapat antara kedua belah pihak (baik pihak PPK Cikampek maupun ratusan massa dari Tim Relawan Anggi) masih berlangsung panas dan bahkan hingga saat ini, masih belum ada titik terang akan peristiwa tersebut meski dihadiri oleh Unsur Muspika Kecamatan Cikampek (Camat, Kapolsek, beserta Danranmil Cikampek) juga Panwaslu Cikampek.(*)