Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menyatakan pengadaan stok beras pemerintah pada awal 2024 sepenuhnya berasal dari luar negri. Ini karena harga gabah dan beras dalam negeri masih tinggi dan tidak sesuai harga beli pemerintah.

Demikian disampaikan Kepala Divisi (Kadiv) Pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah Perum Bulog, Cahyaningtiyas Rispinatri, Selasa (20/2/2024). "Kami tidak mungkin mengakses harga gabah dan beras lokal sehingga terpaksa diimpor," ujarnya.

Menurut Tiyas, total pengadaan beras impor pada Januari 2024 mencapai 325 ribu ton. Sedangkan pada bulan berikutnya sebanyak 181 ribu ton.

Tiyas menyampaikan pada Januari 2024 total pengadaan beras luar negeri mencapai 325 ribu ton. Sedangkan di Februari sebanyak 181 ribu ton.

Sehingga, total pengadaan beras dari luar negeri periode Januari-Februari 2024 mencapai 507 ribu ton. Tiyas memastikan komoditas tersebut telah tersebar di berbagai gudang Bulog daerah se Indonesia.

Sebelumnya pemerintah telah menetapkan kuota impor beras sepanjang 2024 sebanyak 2,4 juta ton. "Kuota ini bersifat dinamis, menyesuaikan kebutuhan tetapi tetap mengedepankan produksi dalam negeri," ujarnya.(*)