Jatiwangi, sebuah Kecamatan yang terletak di Kabupaten Majalengka, telah lama dikenal karena kerajinan gentengnya. Namun, di tengah perubahan zaman, genteng Jatiwangi, sebuah warisan dan kerajinan turun-temurun, menghadapi tantangan yang serius.

Foto : Genteng Jatiwangi

Genteng Jatiwangi, yang dikenal akan kekuatan dan kualitasnya, kini merasakan dampak dari perubahan zaman dan teknologi modern. Meskipun genteng ini memiliki keunggulan tersendiri, namun permintaan akan genteng modern yang lebih praktis dan penggunaan cor beton telah mengurangi permintaan dan popularitas genteng Jatiwangi.

“Permintaan terhadap genteng semakin berkurang, ditambah bahan baku yang semakin mahal tapi tidak diikuti dengan harga jual yang naik, sehingga menghambat produksi.” Kata Okah, salah satu pengusaha genteng Jatiwangi.

Pengusaha genteng Jatiwangi yang telah mewarisi usaha kerajinan genteng selama bertahun-tahun, kini menghadapi kesulitan untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka. Banyak dari mereka yang berjuang untuk bersaing dengan produk modern sejenis yang diproduksi secara massal. Hal ini mengancam keberlangsungan generasi pengrajin genteng Jatiwangi di masa yang akan datang.

Selain itu, tantangan lingkungan juga menjadi perhatian serius bagi industri genteng Jatiwangi. Meskipun tradisional, proses pembuatan genteng ini menghasilkan emisi yang merusak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Dalam menghadapi tantangan zaman, genteng Jatiwangi memiliki kesempatan untuk tetap populer sebagai warisan budaya lokal, sambil menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman yang terus berubah. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada dukungan dan upaya bersama dari masyarakat, pemerintah setempat, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan keberlangsungan industri genteng Jatiwangi sebagai kerajinan dan warisan budaya yang berharga ini.(*)