Komisi Pemilihan Umum (KPU) Subang, sudah menerima berkas persyaratan dari lima ahli waris penyelenggara pemilu add hock, yang akan mendapatkan uang santunan meninggal dunia dari KPU, yang tinggal menunggu pencairan.

KPU Subang Sebut Ahli Waris Petugas Pemilu Segera Mendapat Santunan

Kasubag Hukum dan SDM KPU Subang Sudrajat Mulyana mengatakan, pemberian uang santunan kematian tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) KPU RI Nomor 59 Tahun 2023 Tentang pedoman teknis pemberian santunan kematian dan kecelakaan kerja.

"Semua persyaratan dari ahli waris sudah kita terima dari, kelima ahli waris yang meninggal dunia itu, sudah diusulkan oleh KPU ke KPPN, tinggal menunggu pencairan," ujar Sudrajat , Jumat (23/2/2024).

Terkait besaran uang santunan kematian tersebut, lanjut Sudrajat, masing-masing ahli waris akan mendapatkan uang santunan sebesar Rp 36 juta.

"Untuk besaran santunan, masing-masing ahli waris mendapatkan Rp36 juta," terangnya.

Sementara itu, Sudrajat mengungkapkan, daftar penyelenggara pemilu add hock yang meninggal sebelum dan pasca tahapan pemungutan dan penghitungan suara yaitu, satu orang petugas KPPS yang bertugas di TPS 03 Desa Bojongkeding Kecamatan Tambakdahan, atas nama Mohammad Dede Agung Zaossin, yang meninggal pada Kamis (1/2/2024), karena terjatuh di kamar mandi. 

Kemudian satu orang Anggpta PPS Desa Cirangkong Kecamatan Cijambe atas nama Thoip, meninggal pada Rabu (7/2/2024) karena sakit.

Satu lagi Anggota PPS Desa Blendung Kecamatan Kasomalang atas nama Dede Sapaat, meninggal pada Kamis (15/2/2024) karena sakit, selanjutnya Anggota KPPS TPS 20 Desa Ciasem Tengah Kecamatan Ciasem atas nama  Rohim Bin Daska, meninggal pada Sabtu (17/2/2024) karena kelelahan, dan terakhir Pamsung TPS 42 Desa Sukamandi Jaya Kecamatan Ciasem atas nama Enang Sapta, meninggal Rabu (21/2/2024) karena sakit.

"Lima orang petugas penyelenggara pemilu 2024 yang meninggal dunia itu, diantaranya 2 orang anggota PPS, 1 orang akibat jatuh di kamar mandi, 1 orang lagi akibat sakit, 2 orang anggota KPPS 1 orang karena sakit, dan 1 orang karena kelelahan, dan satu orang Pamsung akibat sakit," pungkas Sudrajat.(*)