Mekanisme Pencalegkan pada partai politik menjadi penyebab utama banyaknya caleg yang stres karena gagal melenggang ke DPR RI atau DPRD. Demikian dikatakan Pengamat Politik Univesitas Brawijaya, Prof. Anang Sujoko.

Foto ilustrasi

Menurutnya, mekanisme partai yang mengharuskan caleg memiliki strategi dan cara masing-masing dalam mengumpulkan dukungan suara tanpa bantuan mesin politik partai. Hal ini menyebabkan caleg melakukan berbagai upaya, di antaranya membeli suara.

“Dengan begitu maka caleg harus menyiapkan dana besar untuk meraih dukungan suara dengan cara itu. Sayangnya, dana yang mereka gunakan bisa jadi dari utangan, jual aset, dan lainnya,” kata Anang.

Setelah itu, sambung Anang, karena dana besar sudah dikeluarkan, maka otomatis harapan dari caleg tersebut juga besar untuk dapat terpilih. Sehingga punya peluang mengembalikan modal yang sudah dikeluakan.

“Sayangnya, jika tidak terpilih, caleg bersangkutan tentu punya beban yang luar biasa. Pada akhirnya inilah yang membuat mereka stres,” katanya.

Seharusnya, kata Anang, parpol bertanggung jawab membantu para caleg dengan mesin politik yang mereka miliki. Sehingga beban caleg untuk bisa meraih dukungan suara tidak berat. 

“Sekarang ini kan mesin politik parpol terkonsentrasi untuk pilpres dan tidak terdistribusikan ke para caleg,” katanya. Parpol, menurut Anang, harus bertanggung jawab juga terhadap kesiapan mental para calegnya untuk siap menang dan siap kalah. 

Penyelengara pemilu juga harus memastikan, apakah parpol sudah benar-benar menyiapkan mental calegnya. “Jangan sampai fenomena caleg stres selalu terulang dari pemilu ke pemilu, akibat ketidaksiapan mental, kurang dukungan mesin politik partai, dan biaya politik yang mahal,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Arjawinangun, Cibeon, Jawa Barat, dr Bambang Sumardi menyebut, bahwa rumah sakit tersebut sudah menyiapkan ruang konsultasi. Hal ini untuk para caleg yang mengalami depresi setelah pemilu.

Menurutnya, biasanya para caleg setelah pemilu, berdasarkan pengalamannya, datang ke RS dengan tiga tingkatan stres, yakni: ringan, sedang, dan berat. “Jika katagorinya sudah berat, maka harus dirawat di ruang perawatan khusus yang kami siapkan," kata Bambang, Selasa (20/2/2024).

Sebelumnya, beredar ramai di media sosial beberapa video aksi calon legislatif atau caleg yang diduga stres lantaran gagal dalam Pemilihan Calon Legislatif atau Pileg 2024. Aksi mereka pun beragam mulai dari meminta kembali uang yang telah berikan hingga yang viral baru-baru ini caleg yang mencabut paving block. (*)