*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Paspampres Pastikan Tak Terlibat Insiden Wonosari

Insiden warga diduga mendapat kekerasan di tengah kunjungan kerja Presiden Jokowi di Wonosari, Yogyakarta, Selasa (30/1/2024), viral di media sosial. Warga yang membentangkan banner bertuliskan dukungan kepada salah satu paslon pilpres, didorong oleh pria berpakaian sipil.

Foto ilustrasi

Dalam narasi video yang beredar, pelaku kekerasan itu diduga merupakan bagian dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Video yang tersebar di berbagai platform itu lantas dikaitkan dengan politik perhelatan pemilihan presiden 2024.

Asisten Intelijen (Asintel) Paspampres, Kolonel Kav Herman Taryaman, menegaskan, anggotanya tidak terlibat dalam insiden kekerasan yang menimpa warga di Wonosari. Menurutnya, dalam video yang beredar terlihat jelas, yang mendorong dan merebut banner yang dibentangkan warga, menggunakan baju sipil.

"Jika kami lihat dalam video yang beredar, bahwa yang mendorong warga yang membentangkan spanduk menggunakan baju sipil biasa. Sedangkan Paspampres jelas terlihat menggunakan seragam resmi berupa baju tactical warna biru dan seragam dinas TNI dari pengawalan bermotor," kata Herman, melalui keterangan resmi yang dikutip, Kamis (1/2/2024)

Saat kejadian tersebut, kata Herman, tidak ada anggota Paspampres yang mendorong dan merampas spanduk warga. “Saya tegaskan lagi bahwa kejadian yang mendorong dan merampas spanduk bukan anggota Paspampres," ujar Herman

Paspampres dalam menjalankan tugasnya, telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI). Dalam aturan itu, salah satu tugas anggota Paspampres adalah menjaga keamanan fisik presiden RI dalam jarak dekat.(*)

Komentar0