Sebanyak 216.823 orang calon jamaah haji dilaporkan sudah melakukan pemeriksaan kesehatan untuk persiapan keberangkatan ibadah haji tahap pertama. Namun, hanya sebanyak 211.689 orang dinyatakan istitho'ah atau dinilai mampu memenuhi syarat melaksanakan ibadah haji. (29/2/24).

"Sebanyak 11.327 orang tidak melakukan pembayaran sampai batas waktu ditentukan. Jemaah haji yang sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan sudah melunasi sebanyak 200.362 orang," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Lilik Marhaendro Susilo. 

Foto ilustrasi

Dijelaskan, keberangkatan haji kloter pertama dijadwalkan tanggal 12 Mei 2024. Karena itu, calon jamaah haji sudah harus melunasi pembayaran pada 23 Februari 2024 lalu. 

Syarat untuk melakukan pembayaran adalah sudah menjalani pemeriksaan kesehatan. Dasar untuk menentukan calon jamaah haji istitho'ah yakni secara kesehatan fisik, kognitif, dan mental bersangkutan.

Perihal ini, mampu menjalankan ibadahnya secara paripurna dan mandiri. Diungkapkan, ada jemaah yang gagal karena memiliki potensi dimensia atau kemungkinan disorientasi, dan sebagainya.

"Serta tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Karena sudah lansia," ucapnya. 

Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Warsito mengatakan, terus mengawal persiapan Ibadah Haji 2024. Terkait itu, sarana, prasarana, dan layanan menjadi fokus dibahas dalam rapat koordinasi ke-2 Haji 2024, Jum'at (23/02/2024) pekan lalu.

"Kami lebih dapat terintegrasi, karena memang tahun ini  prosedurnya berbeda dibanding tahun kemarin. Artinya kepastian kemampuan kesehatan itu harus didahulukan sebelum pelunasan," kata Warsito.

Karena itu, lanjutnya, Kemenko PMK menghadirkan seluruh kementerian dan lembaga teknis terkait Ibadah Haji. Seperti Kemenag, Kemenkes, Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Dijelaskan, pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama akan dimulai pada 12 Mei 2024. Sedangkan puncak pelaksaan ibadah haji pada 15 Juni 2024. 

Kuota jemaah Haji Indonesia pada 2024 sebanyak 221.000 orang, dengan tambahan sebanyak 20.000 orang sehingga total  241.000 orang. Jumlah ini merupakan kuota terbanyak salama penyelenggaraan ibadah haji 7 tahun terakhir.

"Konsep kita tahun ini masih sama, yaitu Haji ramah lansia. Jadi kita pastikan maksimalkan sarana dan prasarana baik di dalam dan luar negeri," katanya.

Dikatakan, Pelunasan biaya Haji oleh Calon Jemaah Haji (CJH) sudah mencapai 96 persen. "Tidak ada kendala dalam proses pelunasan, sehingga proses finalisasi bisa berjalan dengan lancar," ujarnya.(*)