GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==

Peserta Pemilu Dilarang Bagikan Sembako Gratis selama Kampanye

Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menegaskan, peserta Pemilu 2024 dilarang membagikan sembako gratis, selama masa kampanye. Ia menekankan, peserta Pemilu hanya diperbolehkan menjual sembako dengan harga murah.

Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja

"Jadi ada bazar, kemudian boleh beli sembako di situ, itu boleh. Yang free (gratis dilarang), kan pemberian sembako, bukan beli sembako," kata Bagja, ditulis Jumat (2/2/2024).

Bagja menambahkan, Bawaslu sudah menemukan dugaan pelanggaran Pemilu terkait bagi-bagi sembako gratis kepada masyarakat. "Ada lagi diproses di Sumatra Barat misalnya, sedang diproses," ucap Bagja.

Tim kampanye salah satu pasangan capres-cawapres diduga melakukan aksi bagi-bagi sembako gratis di Jakarta Timur, belum lama ini. Bagja tidak menanggapi hal itu lebih jauh. 

"Siapa yang melakukan? Tanya ke teman-taman (Bawaslu) Jakarta sana dong," ujar Bagja.

Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari memastikan, lembaganya mengusut anggaran anggota KPPS yang diduga disunat di Sleman, Yogyakarta. Terlebih, konsumsi yang diberikan saat pelantikan anggota KPPS Sleman dinilai publik seperti lelayu (makanan tamu orang melayat).

"Sudah ada rilis belum, nanti di-share? kita bikin rilisnya. Supaya kita memberikan tanggapannya kan komprehensif," kata Hasyim dalam keterangan persnya, Jumat (2/2/2024).

Hasyim menjelaskan, persoalan anggaran KPPS di Sleman, merupakan tanggung jawab KPU setempat. Mulai dari rekrutmen KPPS, bimbingan teknis, biaya transportasi, maupun biaya makan ditanggung oleh KPU Kabupaten-Kota.

Kemudian, Hasyim mengaku, KPU Pusat perlu menanyakan masalah itu ke KPU berbagai daerah lainnya. "Kami perlu tanya satu-satu, masing-masing daerah yang dipersoalkan," ucap Hasyim.

Sebelumnya ramai di media sosial soal konsumsi dalam acara pelantikan KPPS di Sleman yang sangat minim. Dalam satu kotak hanya ada pastel ukuran kecil, roti, dan air minum kemasan gelas.

Belakangan terungkap, anggaran konsumsi dipotong oleh vendor lebih dari 80 persen. Yang awalnya dianggarkan per orang mendapatkan konsumsi senilai Rp15.000, tapi berubah menjadi Rp2.500.(*)

Komentar0