Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan jumlah petugas penyelenggara Pemilu yang sakit dalam Pelaksanaan Pemilu 2024. Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari menyebut ada 4.567 petugas KPPS yang jatuh sakit. 

Petugas Penyelenggara Pemilu yang Sakit Capai Ribuan Orang

"Dengan rincian di tingkat Kecamatan atau PPK 136 orang, di tingkat PPS desa/kelurahan ada 696 orang. Kemudian anggota KPPS di tingkat TPS ada 3.371 orang, dan anggota Linmas yang sakit ada 364 orang," ujar Hasyim dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (19/2/2024). 

Sementara, menurut data KPU pada Pemilu 2019 untuk angka yang sakit adalah 798 orang. Kemudian petugas KPPS yang meninggal dunia sebanyak 722 orang.

Sementara, data dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut ada 1.322 petugas Panwaslu yang diberikan penanganan kesehatan. Angka kesakitan itu juga menurun dibandingkan Pemilu 2019 sebanyak 2.558 Panwaslu. 

"Data di kami dari 2023 sampai 19 Februari 2024 yang dilakukan penanganan kesehatan ada 1.322 orang. Untuk rawat jalan 1.077 orang, rawat inap 147 orang , kecelakaan 71 orang, dan meninggal dunia 27 kasus," kata Anggota Bawaslu Herwyn Malonda dalam kesempatan yang sama. 

"Dengan rincian (petugas wafat) 1 Januari-13 Februari 2024 ada 7 orang. Ada 13 orang di 14-19 Februari 2024, dan itu masih berlangsung terus laporannya dinamis masuk ke kami," kata Herwyn, melanjutkan. 

Sebagai pembanding, angka kesakitan petugas Panwaslu di Indonesia pada Pemilu 20218 sebanyak 2.558 orang. Terdiri dari 1.708 rawat jalan, 438 rawat inap, 275 orang alami kecelakaan. 

Kemudian kasus luka berat sebanyak 24 orang, petugas yang mengalami kekerasan 21 orang. Terakhir, jumlah Panwaslu yang meninggal dalam Pemilu 2019 mencapai 92 orang.()