Eco Brick jadi aksi nyata peduli sampah yang dilakukan lembaga dibawah yayasan Assolahiyah Cilamaya Kulon mulai dari TK, Kelompok Bermain dan SMP Islam Al -Firdaus dalam rangka hari Peduli Sampah nasional ( HPSN) 2024 secara serentak, Rabu (20/2/2024).
Foto : Kegiatan Eco Brick di SMP Islam Al Firdaus Cilamaya Kulon


Heru Saleh, M.Pd ketua yayasan assolahiyah mengatakan permasalahan sampah di manapun dan kapanpun selalu menjadi isu sentral lingkungan yang tidak pernah selesai diperbincangkan.
Hal ini, sebutnya dikarenakan masalah sampah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, dimana sampah dihasilkan setiap saat dan paparan sampah tersebar di mana-mana. Karenanya, 
Komitmen yayasan assolahiyah menciptakan lembaga-lembaga yang Peduli dengan isu lingkungan ini telah ditunjukkan dengan prestasi PAUD Al-Firdaus yang mendapat Rekor MURI sebagai sekolah pertama pengelola sampah jenjang PAUD dan masuk 12 besar Lomba internasional tingkat Asean yang diselenggarakan Seamolec dalam lomba waste hero.

"Kita komitmen untuk selalu peduli sampah, mulai guru, siswa hingga wali murid agar bisa melembaga tentang pengelolaan sampah ini secara bijak, " Katanya.

Kemudian sambung Heru, SMPI Al-firdaus yang mendapatkan predikat sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten Karawang bersama yayasan assolahiyah sejauh ini sudah membentuk bank sampah induk, dimana saat ini memiliki 36 bank sampah unit dengan ratusan nasabah dari Lembaga lainnya di kabupaten Karawang.

Foto : Kegiatan Eco Brick di SMP Islam Al Firdaus Cilamaya Kulon

"Kami terus melakukan sosialisasi untuk replikasi bank sampah sekolah dan kurikulum pengelolaan sampah ke setiap lembaga. Bahkan tahun ini sampai ke tingkat propinsi, " Ujarnya.

Menurut Heru, ada beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat yang telah melaksanakan dan akan melaksanakan replikasi diantaranya kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Indramayu dan Majalengka.

Sementara itu, Siti Marini sebagai koordinator persatuan bank sampah sekolah Indonesia (PEBSSI) yang digagas oleh Assolahiyah mengungkapkan, Aksi serentak membuat eco brick bersama anggota PEBBSI ini diikuti oleh ratusan siswa dan orangtua murid di Lembaga masing-masing dalam rangka hari peduli sampah ini. Pihaknya, sebut Rini sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar bank sampah sekolah semakin menyebar.

"Semakin banyak yang mengelola sampah semakin bersih juga Karawang dan Indonesia ini. Indonesia bersih 2025 akan mudah terwujud, " Ungkapnya. 

Salah satu kendala yang di hadapi sambung Marini, adalah kurangnya sarana pra sarana yang ada, dimana 
Gudang bank sampah induk sejauh ini tidak layak untuk disebut bank sampah induk karena masih memakai atap dari spanduk bekas. Padahal, sebutnya, pihaknya sudah menampung sampah dari banyak lembaga juga dari TPST dan TPS3R lainnya di Karawang, bahkan jumlahnya sampai berton-ton.

"Belum lagi alat angkut yang sangat minim, kami hanya punya gerobak sampah dan 1 unit becak motor. Itu tidak bisa mengangkut kapasitas banyak jadi terpaksa harus sewa mobil, "Pungkasnya.. (rd)