Satu rumah di Dusun Balenyengked RT 33/10 Desa Tanjungwangi Kecamatan Cujambe Kabupaten Subang, mengalami retak-retak, akibat pergerakan tanah, yang dikhawatirkan akan roboh jika terus di guyur hujan deras.(26/2/24).

Satu Rumah Di Tanjungwangi Subang Terdampak Pergerakan Tanah, Satu Rumah Ambruk Akibat Terkena Longsor

Ambih pemilik rumah yang mengalami retak-retak tersebut, menyatakan, dirinya sudah siap mengungsi bersama anggota keluarganya ke tempat aman, karena khawatir rumahnya sewaktu-waktu ambruk.

"Ya saya khawatir, jika kami tatap meninggali rumah ini, takutnya pas ada hujan besar, rumah saya ambruk, guna menghindari adanya korban jiwa, maka kami memutuskan untuk mengungsi ke tampat yang jauh lebih aman," ujar Ambih kepada wartawan di Subang, Minggu (25/2/2024).

Sementara itu, Ketua Dinsos Kabupaten Subang Jajang Abdul Muhaemin yang berada di lokasi kejadian menyatakan, yang terdampak pergerakan tanah hanya satu unit rumah, yang sudah ada retakan-retakan, yang dapat membahayakan pemilik rumah.

"Saya sudah sarankan agar pemilik rumah pak Ambih dan anggota keluarganya untuk mengungsi, sambil menunggu langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Pemkab Subang," ujar Jajang kepada wartawan di Subang, Minggu (25/2/2024).

Berdasarkan pantauan TAGANA, lanjut Jajang, tidak hanya rumah milik Ambih  tetapi ada beberapa rumah lainnya yang ikut terancam, jika intensitas curah hujan masih tinggi. "Ya mungkin rumah-rumah yang lainnya juga, akan ikut terdampak jika pergeseran tanah ini terus bergerak, terlebih dengan cuaca musim penghujan yang masih tinggi," terangnya.

Menurut Jajang, alangkah baiknya pemerintah merelokasi warga yang rumahnya berada di lokasi pergerakan tanah tersebut. "Demi keamanan semua, tentunya pemerintah perlu merelokasi semua warga yang rumahnya berada di lokasi pergerakan tanah ini," imbuh Jajang.

Dalam kesempatan itu, Tagana juga menyerahkan bantuan kedaruratan bagi warga yang terdampak, yang merupakan bantuan dari Dinas Sosial berupa kebutuhan pokok masyarakat.

"Untuk membantu meringankan beban warga terdampak, Dinsos Subang menyalurkan bantuan paket sembako. Mudah-mudahan dapat metingankan, sekaligus membantu meringankan beban warga terdampak," pungkasnya.

Kabar lainnya, akibat hujan deras yang terjadi di wilayah Subang selatan, berdampak terhadap kejadian longsor yang mengakibatkan satu rumah ambruk di Dagokulon RT 08/03 Desa Cimehmal Kecamatan Tanjungsiang Subang, Minggu (25/2/2024).

Satu rumah yang ambruk akibat tergerus matrial longsor, milik Herman (48), beruntung dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Ketua Tagana Dinsos Kabupaten Subang Jajang Abdul Muhaemin membenarkan, akibat curah hujan yang tinggi, mengakibatkan benteng penyangga bangunan rumah ambruk, akibat tergerus longsor, sehingga rumah Herman ikut tergerus oleh materil longsor tersebut.

"Betul, material longsor menggerus benteng, kemudian menimpa rumah milik pak Herman, beruntung tidak ada korban jiwa," kata Jajang kepada wartawan di Subang, Minggu (25/2/2024). Sampai saat ini, lanjut Jajang, pihaknya belum bisa mengevakuasi material longsoran, karena kondisi masih hujan khawatir terjadi longsor susulan.

"Untuk mengevakuasi material longsoran, kami masih menunggu hujan reda," terangnya. Sementara itu, bantuan yang diperlukan bagi korban yakni makanan siap saji, terpal dan selimbut.(*)