Pada tanggal 6 Februari 2024 sekolah SD Negeri Karawang Wetan 02 mengalami rubuh akibat cuaca ekstrim. Kepala Korwilcambidik Karawang Timur, Nacep Jamaludin menyampaikan ruangan yang rubuh itu telah lama tidak digunakan untuk proses belajar mengajar selama 3 tahun. Pembangunan akan menggunakan DAK sebesar 1,6 milliar.

“Sebenarnya ruangan itu sudah mau dirubuhkan karena sudah kosong tidak terpakai lebih dari 3 tahun, kemudian diusahakan masuk DAK karena kalau pakai RAB tidak mungkin. Kerusakannya cukup banyak. Alhamdulillah sudah masuk DAK tahun ini, sekitar 1,6 milliar,” ujarnya.

Foto : Kantor Disdikpora Karawang

Selain sekolah tersebut, dana DAK juga akan digunakan untuk merenovasi dua sekolah lainnya. Kejadian yang menimpa SDN Karawangwetan 2 terjadi akibat hujan deras pada 6 Februari lalu. Peristiwa ini tidak ada korban jiwa, rubuhnya ruangan itu terjadi pukul 04.00.

“Kalau yang DAK itu ada 3 sekolah, satu SDN Karawangwetan 2, kedua SD Warungbambu 1, ketiga SD Palumbonsari 1. Alhamdulillah tidak ada, robohnya bukan siang tapi subuh setelah hujan. Pada waktu itu hujannya deras dan rubuhnya jam 04.00 subuh,” tambahnya

Akibat adanya peristiwa ini jam belajar mengajar dibagi menjadi dua shift. Sejauh ini masih ada 4 ruangan yang dapat digunakan untuk belajar mengajar. Tidak hanya itu, mencegah adanya dinding yang rubuh kembali maka sisa dinding dari ruangan itu kemarin telah dirubuhkan dibantu oleh warga sekitar.

“Begitu terjadi roboh saya sudah mengarahkan kepada kepala sekolah untuk mengatur jam pembelajaran, maka kepala sekolah akan memanfaatkan 3 ruang kelas dan 1 ruang perpustakaan jadi ada 4 ruangan. Siswanya dibagi shift, ada shift pagi dan shift. Khawatir ada tembok yang roboh lagi, akhirnya bersama dengan warga sekitar gotong royong merobohkan tembok yang khawatir roboh ke rumah warga,” imbuhnya

Plt Kepala Disdikpora Kabupaten Karawang, Cecep Mulyawan menyatakan proses pembangunan akan dilakukan pada Juli 2024. Tidak hanya merenovasi namun juga akan membuat RKP.

“Tahun 2024 memang sudah dipastikan akan di rehap tetapi memang untuk 2 ruang sudah tidak dipakai dan satu ruangan lagi itu ke tarik. Paling lambat bulan Juli, kita sudah membuat gambar dan sekarang sedang dalam proses perencanaan. Sejumlah ruangan yang mulai rusak, bahkan kita akan membuat RKP juga di situ,” pungkasnya.(*)