Pasokan beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, dipastikan aman memasuki Ramadan 1445 H. Kepastian itu diketahui setelah Tim Ketahanan Pangan mengecek ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2024).

Tim Ketahanan Pangan Cek Stok Beras Pasar Cipinang

Tim terdiri dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, Polda Metro Jaya. Lalu Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi Dan Beras Indonesia (Perpadi) DKI Jakarta. 

Ketua DPD Perpadi DKI Jakarta, Nelis Soekidi mengatakan, beberapa hari terakhir penjualan beras di Pasar Induk Cipinang menurun. Namun ketersediaan beras di pasar ini masih cukup. 

Nelis menjelaskan, di Pasar Induk Beras Cipinang beras medium dari Bulog dijual dengan harga Rp10.600 per kilogram. Sedangkan beras premium dijual sekitar Rp13.500 hingga Rp14.000 per kilogram. 

Menurut Nelis, turunnya harga ini salah satunya dipicu musim panen di beberapa daerah seperti Solo, Sragen, Ngawi, Boyolali dan sejumlah daerah lainnya. "Padahal kemarin harganya mencapai Rp14.500 per kilogram," kata Nelis saat di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. 

"Masyarakat tidak usah khawatir, karena harga beras sudah mulai turun, bisa di bawah harga Rp13.500 per kilogram. Penurunan harga ini sudah terjadi sejak tiga hari lalu, dengan kisaran Rp 1.000-1.500 per kilogram penurunannya."

Sementara, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi memastikan, ketersediaan beras cukup aman meski saat puasa nanti kebutuhan pasar meningkat sekitar 20 - 30 persen "Diperkirakan pada Maret mendatang pasokan beras akan bertambah hingga 3,5 juta ton," ucap Arief.

Arief mengatakan, pihaknya akan terus monitor kondisi harga dan pasokan di pasar induk tersebut. Agar masyarakat merasakan nyaman, tidak resah saat bulan puasa nanti (*)