Asif Ali Zardari kembali terpilih sebagai presiden Pakistan dalam pemungutan suara di parlemen, Sabtu (9/3/2014). Dia mendapat dukungan dari partai koalisi yang berkuasa.

Asif Ali Zardari

Zardari memperoleh 411 suara dalam pemungutan suara, mengalahkan pesaing terkuatnya dari kelompok nasionalis, Mehmood Khan Achakzai, yang mendapat 181 suara. Achakzai didukung oleh partai yang dipimpin mantan perdana menteri Imran Khan yang kini mendekam di penjara.

Sebagai presiden, Zardari juga menjadi panglima tertinggi angkatan bersenjata Pakistan yang memainkan peran besar. Presiden Pakistan dipilih melalui pemungutan suara di majelis rendah dan majelis tinggi parlemen serta empat dewan legislatif provinsi.

Pemungutan suara dimulai pada pukul 10.00 pagi waktu setempat di gedung Majelis Nasional di Islamabad serta di empat ibu kota provinsi. Serta berlanjut pukul 16.00 sore waktu setempat. 

Zardari menjadi satu-satunya politisi yang terpilih menduduki jabatan konstitusional tertinggi namun simbolis di negara itu untuk masa jabatan kedua. Ia sebelumnya menjabat presiden pada 2008-2013 pada masa pemerintahan partainya sendiri.

Zardari merupakan mantan suami dari Almarhumah Benazir Bhutto, mantan perdana menteri Pakistan yang terbunuh dalam serangan bom bunuh diri pada Desember 2007. Namanya di kancah politik Pakistan bersinar setelah pembunuhan terhadap sang istri.(*)