Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbidristek) meluncurkan buku Peta Kemahiran Berbahasa Indonesia Tahun 2023. Buku tersebut berisi hasil kompetensi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka masyarakat.

Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam acara Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia di Jakarta. (Foto: BKHM Kemendikbudristek)

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, UKBI setara dengan alat ukur kemampuan bahasa besar (Bahasa Inggris) yakni TOEFL dan IELTS. "UKBI Adaptif Merdeka saat ini juga setara dengan berbagai uji kemahiran bahasa lainnya yang telah digunakan sebagai sarana evaluasi untuk bahasa-bahasa besar dunia seperti IELTS dan TOEFL," kata Nadiem dalam keterangannya, dikutip Minggu (3/3/2024).

Nadiem pun mengapresiasi Badan Bahasa yang terus mengukuhkan kedudukan bahasa Indonesia, baik sebagai bahasa nasional maupun sebagai bahasa negara. Utamanya, dengan beragam program di bidang kebahasaan dan kesastraan.

"Di era globalisasi saat ini, sudah waktunya bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa-bahasa besar di dunia. Sebagai bahasa modern yang multifungsi dan memiliki jumlah penutur yang besar, diperlukan sarana evaluasi yang menilai mutu penggunaan bahasa Indonesia," kata Nadiem, mengungkapkan.

UKBI Adaptif Merdeka telah mendapat Surat Pencatatan Ciptaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan nomor pencatatan 000397427 tahun 2022. Aplikasi ini dilengkapi dengan desain uji canggih yang menggunakan platform teknologi mutakhir berbasis internet.

Selain itu juga menggunakan perkembangan teori tes berupa multi stage adaptif testing (MSAT), memiliki tingkat keandalan tinggi dengan analisis butir berdasarkan IRT (item response theory). Bahkan, mampu menyajikan layanan uji dalam bentuk yang ramah pengguna.

Buku tersebut berisi informasi kemahiran berbahasa Indonesia penutur di 31 provinsi. Di antaranya, informasi tentang jumlah peserta uji, karakteristik profesi peserta uji, hasil kemahiran membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara.

Kemudian juga rekomendasi yang diajukan dalam kaitannya dengan hasil kemahiran berbahasa Indonesia. Sejak diluncurkan pada 2021 hingga 2023, UKBI Adaptif Merdeka telah diujikan kepada 654.886 peserta uji yang terdiri atas berbagai karakteristik penutur bahasa Indonesia.(*)