Kurikulum Merdeka akan diterapkan menjadi kurikulum nasional pada tahun ajaran baru 2024/2025. Meski satu atau dua tahun terakhir sudah banyak sekolah yang menerapkan 70-80 persen Kurikulum Merdeka, dengan berbagai tingkat kesiapan. 

Kurikulum Merdeka

Keragaman sekolah dalam menerapkan Kurikulum Merdeka diakomodasi dengan berbagai pilihan. Mulai pilihan mandiri belajar, mandiri berubah, hingga mandiri berbagi.

Kurikulum Merdeka ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia. Kurikulum Merdeka sendiri diluncurkan Mendikburistek Nadiem Makarim pada Februari 2022.

Kemdikbudristek terus mendorong satuan pendidikan di Indonesia dapat menerapkan Kurikulum Merdeka secara penuh. Dorongan itu dilakukan dengan beragam cara.

Misalnya menyediakan platform ‘Merdeka Mengajar’ untuk guru dan kepala sekolah. Kemudian melalui komunitas belajar hingga menghadirkan narasumber yang sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Kemdikbudristek Anindito Aditomo menjelaskan pemberlakuan Kurikulum Merdeka tidak menuntut kesiapan sekolah 100 persen. Pemerintah tetap melihat kemampuan dan kondisi sekolah masing-masing.

Artinya ada keleluasaan bagi sekolah untuk berproses. Terutama memastikan pendidikan berkualitas dengan mengembangkan potensi setiap anak.

Kita berharap penerapan Kurikulum Merdeka bisa meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Dengan begitu fondasi pendidikan kita akan lebih kuat untuk mencetak generasi penerus bangsa yang kompetitif.(*)