Korban tewas kebakaran gedung enam lantai di Kota Dhaka, Bangladesh, Kamis (29/2/2024), bertambah menjadi 46 orang. Bangunan itu diisi oleh beberapa restoran yang saat kejadian penuh dengan tamu.(2/3/24).

Puluhan Orang Tewas Akibat Kebakaran Gedung di Bangladesh

Menteri Kesehatan Bangladesh Samanta Lal Sen mengatakan sebagian besar korban tewas maupun luka adalah keluarga, termasuk anak-anak. Rumah sakit masih merawat 22 korban dengan luka bakar parah. Mereka dalam kondisi kritis.

"Seluruh 22 orang dalam kondisi kritis. Kami berupaya yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa mereka," kata Sen seperti dilansir, Jumat (1/3/2024).

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Dia juga memerintahkan jajarannya untuk memberikan penanganan terbaik kepada para korban luka.

Dinas pemadam kebakaran setempat menyatakan api kemungkinan besar berasal dari kebocoran gas atau kompor pada restoran. Meski demikian pihaknya masih berusaha memastikannya. 

Dugaan itu muncul setelah api bermula dari sebuah restoran biryani yang dengan cepat menyebar ke lantai lain. Petugas berhasil menjinakkan api dua jam kemudian dengan mengerahkan 13 unit pemadam kebakaran.

"Petugas menggunakan crane untuk mengevakuasi orang dari lantai atas. Sebagian pengunjung yang tak sabar terpaksa loncat dari jendela untuk menghindari api dan pengapnya ruangan akibat asap tebal," ujarnya. 

Sementara itu keluarga korban mendatangi rumah sakit untuk mengambil maupun mencari jenazah. "Saya tidak bisa menyelamatkan putri saya," ucap Abdul Quddus, ayah dari bocah bernama Nimu yang meninggal.(*)