Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Bocoran Pochettino Soal Pemilihan Pemain dan Persiapan Timnas AS

Chicago, AS: Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, mencari formula terbaik saat waktu bertanding tidak banyak.

Timnas AS, kurang kesempatan bertanding. (Grafis foto: Yusuf)

Lolos langsung ke putaran final bermakna ganda buat tuan rumah. Tidak harus melakoni kualifikasi berarti berkurangnya kesempatan tuan rumah untuk tampil di arena kompetitif. Niat menjaga performa tim tinggal terletak pada uji coba sebelum turnamen dimulai. Amerika Serikat, salah satu rumah selain Meksiko dan Kanada, mesti memanfaatkan betul kesempatan uji coba tersebut.

Hanya, tidak setiap bulan pelatih Timnas AS, Mauricio Pochettino, bisa mejajal kekuatan lawan dan, terutama, mencoba pemain-pemain yang dipersiapkan untuk menghuni skuadnya.

Timnas Amerika Serikat baru akan berlaga lagi pada Maret. The Yanks, julukan Timnas AS, dijadwalkan melakukan dua uji coba, yakni menghadapi Belgia pada 28 Maret dan melawan Portugal tiga hari berselang, keduanya di Mercedez-Benz Stadium di Atlanta.

AS memiliki dua kali uji coba lagi setelah dua partai persahabatan di pengujung Maret tersebut menjelang gelaran turnamen di depan publik. Skuad tuan rumah akan menghadapi juara Piala Afrika terakhir, Senegal, di Bank of America Stadium, Charlotte, pada 31 Mei. Kesempatan terakhir AS untuk beruji coba adalah pada 6 Juni di Soldier Field, Chicago, dengan menjami Jerman.

Mauricio Pochettino memahami tantangan bernama waktu tersebut. Terakhir kali AS bertanding adalah pada Desember 2025 silam. Rentang waktu empat bulan antara pertandingan terakhir dan yang berikutnya akan memaksa Pochettino melakukan beberapa hal untuk tetap terhubung dengan semua calon andalannya di Piala Dunia 2026 nanti.

Mauricio Pochettino mengakui bahwa dirinya dan tim ingin segera bertanding lagi setelah mengakhiri 2025. Tujuannya adalah mempertahankan grafik permainan, kepercayaan diri, dan energi tim. Secara pribadi sebagai arsitek tim, eks pelatih Tottenham itu mengaku pula masa-masa penantian ini tidak mudah bagi dirinya.

"Sejujur-jujurnya, berat, sangat berat untuk menghabiskan waktu menonton laga, memantau pemain, mengikuti rapat, melakukan hal-hal lain, tapi tidak melatih. Situasi itulah yang paling berat karena kami senang melatih," tutur Pochettino dalam wawancara pada Kamis (29/1) waktu setempat seperti dikutip dari situs US Soccer.

Akan tetapi, Pochettino menyatakan masa jeda ini bisa berguna. Ia dan para stafnya dapat meninjau tim kembali dan menganalisis aspek-aspek berbeda agar menjadi lebih baik lagi. "Menjaga ketajaman pikiran, menyediakan dan menyederhanakan hal-hal agar pemain memahami keinginan kami adalah yang terpenting saat kami bertemu dengan para pemain pada Maret," ucap pria berusia 53 tahun itu.

Keragaman calon penghuni Timnas AS menjadi tantangan tersendiri buat Mauricio Pochettino. Pochettino mahfum bahwa para pemain datang dari berbagai latar belakang dan gagasan mengenai sepak bola.

"Namun, yang terpenting, ketika tiba, mereka memahami bahwa ada sikap yang kami tuntut, seperti respek dan disiplin. Ketika meninggalkan klub dan berada di sini, mereka sudah tahu bagaimana bertindak. Sebab, itulah cara kami membangun falsafah dan budaya tim," ucap Mauricio Pochettino.

Yang boleh jadi dinanti para pemain AS dan pendukung adalah kategori Mauricio Pochettino dalam memilih pemain. "Bagi kami, pemilihan pemain selalu soal pemain yang bugar, yang kami yakini dapat memberikan keseimbangan besar untuk tim. Tentu, kami akan berurusan dengan situasi seperti cedera atau performa pemain yang kurang meyakinkan yang dapat memengaruhi komposisi tim dan bangunan skuad," kata Pochettino.

Muncul kabar segar lagi buat pemain-pemain AS yang selama ini sudah pernah bermain. Kesempatan mereka untuk masuk ke dalam skuad AS di Piala Duia 2026 terbilang besar. Mengingat Piala Dunia sudah dekat, Pochettino tidak berniat mengambil risiko lebih jauh. Ia menyatakan dirinya bakal sulit memasukkan pemain baru lagi karena waktu yang sudah mepet itu.

"Kami telah memantau lebih dari 70 pemain selama satu setengah tahun. Kami rasa kami sudah memiliki gagasan yang sangat baik. Kini, tergantung kebugaran dan grafik performa pemain agar kami bisa bersaing dengan kekuatan terbaik," katanya.

Hanya, Pochettino memberikan kategori terakhir sekaligus peringatan. Kesatuan dan kepaduan tim menjadi dasar pertimbangan utama ini.

"Kami membuat tinjauan mengenai pengaruh pemain pada tim. Kami mencoba melihat setiap performa, kombinasi, dan relasi di dalam maupun luar lapangan. Kami menganalisis setiap pola pemain yang mungkin kami ulangi, karena Piala Dunia adalah soal membangun tim yang tampil tanpa ego-ego, tampil untuk kebanggaan nasional, bukan demi nama di punggung pemain.

"Pemain berbakat luar biasa, kalau tidak mau bermain untuk tim atau negara, dia tidak akan menambah kualitas sejati. Itulah alasan saya menghabiskan banyak waktu untuk melihat relasi ketika kami menang, kalah, atau seri. Kalau ingin sukses di Piala Dunia, kami harus memastikan 26 pemain akan sangat menyatu dan bertarung untuk satu sama lain," ucap pelatih asal Argentina itu.

Di Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli, AS berada di Grup D bersama dengan Paraguai, Australia, dan pemenang play-off UEFA jalur C (antara Slovakia, Kosovo, Turki, dan Rumania). Skuad Pochettino akan membuka perjalanan pada 12 Juni di SoFi Stadium, Inglewood, menghadapi Paraguai.(*)

Hide Ads Show Ads