Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Dinkes Jabar Imbau Masyarakat Tak Panik Soal Super Flu, Ini Penjelasannya

Bandung : Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, mengimbau masyarakat untuk tidak panik terkait istilah super flu yang belakangan ramai diperbincangkan. Ia menegaskan bahwa super flu bukanlah istilah medis dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi,

Menurut dr. Vini, super flu hanyalah sebutan masyarakat untuk penyakit influenza yang memiliki durasi sakit lebih panjang dibandingkan flu biasa. Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar dan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.

“Sebenarnya istilah super flu itu bukan istilah medis. Di dunia medis, ini adalah influenza tipe A varian H3N2,” ujar Vini saat On Air di Radio PRFM News Chanel, Rabu 7 Januari 2026.

Ia menjelaskan, flu biasa umumnya sembuh dalam waktu 3 hingga 4 hari, sementara influenza tipe A H3N2 dapat berlangsung lebih lama sehingga oleh masyarakat disebut sebagai super flu. Meski durasinya lebih panjang, Vini menegaskan penyakit tersebut bersifat self-limited atau dapat sembuh dengan sendirinya apabila daya tahan tubuh baik.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena sifatnya sama seperti flu lainnya dan tidak separah COVID-19,” katanya.

Vini juga memastikan tingkat fatalitas super flu jauh lebih rendah dibandingkan COVID-19 dan hingga saat ini tidak ada laporan kematian akibat virus tersebut di Jawa Barat. Berdasarkan data yang dikonfirmasi ke Kementerian Kesehatan, tercatat terdapat 10 kasus influenza tipe A H3N2 di Jawa Barat pada periode Agustus sampai Oktober 2025.

Baca Juga Kapolresta Bandung Sapa Warga di Lapangan Upakarti, Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Malam Tahun Baru
“Dari Agustus sampai Oktober ada sepuluh kasus, dan semuanya sudah sembuh,” ujar Vini.

Ia menambahkan, tren kasus tersebut saat ini sudah menurun dan tidak ditemukan lagi kasus terkonfirmasi yang dirawat di rumah sakit. Meski demikian, Vini mengingatkan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta tetap perlu waspada.

“Pada kelompok rentan, penyakit apa pun harus tetap diwaspadai karena bisa memperberat kondisi,” katanya.

Terkait pencegahan, Dinas Kesehatan Jawa Barat terus mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain mencuci tangan, menerapkan etika batuk, menggunakan masker saat sakit, serta melakukan isolasi mandiri jika mengalami gejala.

Vini juga menyebut vaksin influenza yang tersedia di masyarakat dapat digunakan sebagai upaya pencegahan, terutama bagi kelompok berisiko. “Vaksinasi influenza bisa dilakukan secara mandiri, terutama untuk lansia dan penderita komorbid,” ujarnya. Lebih jauh dia mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan hanya mengikuti informasi dari sumber resmi terkait perkembangan penyakit tersebut.

Dengan imbauan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih tenang dan tidak termakan oleh informasi yang tidak akurat mengenai super flu. Tetap jaga kesehatan, terapkan pola hidup bersih dan sehat, serta ikuti anjuran dari Dinas Kesehatan Jawa Barat untuk mencegah penyebaran penyakit.(*)

Hide Ads Show Ads