Gunung Ile Lewotolok Kembali Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai 500 Meter
Flores: Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Selasa pagi, 20 Januari 2026. Aktivitas vulkanik tercatat meningkat signifikan setelah status gunung dinaikkan ke Level III (Siaga).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok, guna menghindari potensi bahaya letusan.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.28 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak gunung atau sekitar 1.923 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur. Aktivitas ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 33,8 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 22 detik.
Erupsi kedua terjadi pada pukul 08.42 WITA. Tinggi kolom abu kembali mencapai sekitar 500 meter di atas puncak gunung. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan juga bergerak ke arah timur. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 28,4 milimeter dan durasi sekitar 42 detik.
Selain dua erupsi tersebut, pengamatan mencatat sebanyak 114 kali letusan dengan tinggi kolom berkisar antara 300 hingga 500 meter. Warna asap bervariasi mulai dari putih, kelabu, hingga hitam, dan disertai suara gemuruh dengan intensitas lemah. Tercatat pula 49 kali hembusan dengan amplitudo 11–15,6 milimeter dan durasi 29–40 detik.
Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan, dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara berkisar antara 27 hingga 29 derajat Celsius. Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis, dengan asap kawah berwarna putih teramati setinggi 20–50 meter di atas puncak kawah.
Masyarakat di sekitar gunung diminta mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava serta awan panas yang berpotensi terjadi di sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok.
Kementerian ESDM juga mengingatkan warga untuk menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan pelindung lainnya guna menghindari gangguan pernapasan seperti ISPA. Selain itu, warga diminta memastikan penutup penampungan air bersih tetap tertutup untuk mencegah kontaminasi abu vulkanik (*)
