Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Malam Bersejarah Ronaldo di Rusia: Hattrick Tertua dalam Sejarah Piala Dunia

Jakarta: Megabintang sepak bola dunia Cristiano Ronaldo menorehkan salah satu bab paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia pada musim panas 2018 di Rusia. 
Foto: Kapten Timnas Portugal Cristiano Ronaldo (Dok. FIFA)

Dalam laga pembuka Grup B melawan Spanyol, Kapten Timnas Portugal itu mencetak hattrick dan mencatatkan diri sebagai pemain tertua yang mampu melakukannya di ajang Piala Dunia.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Fisht, Sochi, 16 Juni 2018 silam itu, berakhir dengan skor imbang 3-3 dan dikenang sebagai salah satu laga terbaik turnamen. 

Di usia 33 tahun 130 hari, Ronaldo tampil sebagai tokoh sentral dalam duel penuh drama tersebut.

Mengenang kembali jalannya pertandingan, Ronaldo membuka keunggulan Portugal pada menit keempat melalui eksekusi penalti yang tenang. 

Gol kedua lahir dari kombinasi kekuatan tembakan dan kesalahan kiper Spanyol, David de Gea, di tengah kebangkitan Spanyol yang sempat berbalik unggul lewat dua gol Diego Costa dan tendangan jarak jauh Nacho.

Saat Spanyol memimpin 3-2 dan laga memasuki menit-menit akhir, peluang Portugal untuk meraih poin nyaris sirna.

Namun, pelanggaran Gerard Pique di depan kotak penalti memberi Portugal tendangan bebas pada menit ke-88. Ronaldo melangkah maju dan melepaskan sepakan melengkung yang melewati pagar hidup, bersarang ke gawang Spanyol tanpa mampu dijangkau De Gea.

Gol tersebut melengkapi hat-trick ke-51 sepanjang karier Ronaldo dan menjadikannya pemain tertua yang mencetak tiga gol dalam satu pertandingan Piala Dunia. 

Rekor sebelumnya dipegang Rob Rensenbrink yang dicatatkan pada usia 30 tahun, lebih dari tiga dekade sebelumnya.

Penampilan gemilang itu juga memberi warna tersendiri bagi atmosfer Rusia selama Piala Dunia 2018. 

Di kota Kazan, mural raksasa Ronaldo yang menghiasi dinding apartemen bahkan sempat diberi tulisan provokatif yang merujuk pada rekor gol sang megabintang, seolah menegaskan rivalitas abadi dengan Lionel Messi.

Hingga kini, malam di Sochi tersebut tetap dikenang sebagai salah satu momen puncak karier Ronaldo di Piala Dunia, sekaligus penegasan bahwa usia tidak membatasi pengaruhnya di panggung terbesar sepak bola dunia.(*)

Hide Ads Show Ads