Menteri Agama Tekankan Penghayatan ‘Isra Mikraj’ Bangun Keumatan
Jakarta : Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan penghayatan Isra Mikraj untuk meningkatkan kualitas keumatan serta menyelesaikan persoalan kebangsaan, masyarakat, dan keluarga. Ia berharap penyelesaian dilakukan melalui dialog dan penyerahan diri kepada Allah, dengan menjadikan sholat sebagai jalan utama.
“Dan paling penting Insya Allah kedepan kita akan menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan, masyarakat dan keluarga dengan dialog. Dengan menyerahkan diri kepada Allah,” ujarnya usai menghadiri ‘Peringatan Isra Mikraj Masjid Istiqlal’ di Masjid Istiqlal, Sabtu, 17 Januari 2026.
Menurutnya, peringatan keagamaan disituasikan agar lebih terbuka sehingga lebih banyak jamaah dapat ikut serta bersama pemerintah. Pendekatan ini berbeda dari kebiasaan sebelumnya yang langsung dilaksanakan di istana, dengan tujuan memperluas partisipasi umat.
Nasaruddin juga menyebut kebersamaan dengan pendakwah Das’ad Latif dalam peringatan tersebut sebagai bagian penguatan pesan keumatan. Ia menegaskan penghayatan hakikat Isra Miraj diharapkan membentuk kualitas umat yang lebih baik ke depan.
Ia menjelaskan tema teologi yang lebih green, feminine, dan nurturing diperlukan agar perilaku lebih lembut serta bersahabat. Menurutnya, buah teologi tersebut adalah kedamaian antara manusia, alam semesta, dan Tuhan tanpa saling mengganggu.
“Lebih bersahabat dengan sesamanya, menyayangi alam semesta, mengakui alam ini punya hak, manusia punya hak, tidak pernah saling mengganggu. Dengan demikian, buah teologi adalah kedamaian antar alam semesta dengan manusia dan dengan Tuhan,” katanya.
di kesempatan yang sama, Pendakwah Das’ad Latif menekankan Isra Mikraj bukan sekedar mengenang peristiwa, tetapi menerapkan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan nilai tersebut mencakup hubungan horizontal antar manusia dan lingkungan serta hubungan vertikal kepada Tuhan.
“Isra' Mikraj itu bukan sekedar mengingat kembali, tapi ada nilai-nilainya yang harus diterapkan. Seperti Pak Menteri Agama sampaikan tadi, bahwa kejadian Isra' Miraj itu kan ada dua perkara, horizontal dan vertikal,” ucapnya.
Ia menyebut kecerdasan religi menuntut kesalehan sosial sekaligus kekuatan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Ia berharap nilai Isra Mikraj terus diingatkan agar diamalkan luas serta disiarkan media untuk menjangkau masyarakat lebih besar.(*)
