BMKG: Operasi Modifikasi Cuaca Bukan untuk Hentikan Hujan Total
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan intensitas hujan dan mengurangi risiko banjir di Jakarta dan sekitarnya saat puncak musim hujan.
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menegaskan OMC merupakan langkah mitigasi berbasis sains, bukan upaya menghentikan hujan sepenuhnya.
“Kami tidak menciptakan hujan dari nol. Awan sudah terbentuk alami, kami hanya memengaruhi prosesnya agar hujan turun lebih cepat atau tidak terlalu intens di satu wilayah,”kata Budi dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Februari 2026.
BMKG juga meluruskan isu bahwa OMC memicu fenomena cold pool. Menurut Budi, cold pool adalah proses alamiah yang terjadi setelah hujan deras, baik dengan maupun tanpa penyemaian awan.
Terkait dampak lingkungan, BMKG memastikan bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) aman. Uji laboratorium terhadap air hujan, sungai, dan danau sebelum hingga sesudah operasi menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada kualitas air.
Tim Teknik OMC BMKG, Muhammad Aziz Lazuardi, menyebut operasi dilakukan berdasarkan analisis radar, satelit, radiosonde, serta data angin untuk memastikan penyemaian tidak berdampak ke wilayah sekitar seperti Banten dan Jawa Barat. Penyemaian bahkan diarahkan ke wilayah perairan agar awan hujan tidak masuk ke daratan berisiko banjir.
Sementara itu, BPBD DKI Jakarta menegaskan OMC bukan solusi tunggal, melainkan bagian dari strategi mitigasi terpadu. Secara ilmiah, OMC dinilai mampu menurunkan intensitas hujan hingga sekitar 33 persen.
BMKG dan BPBD mengimbau masyarakat untuk memverifikasi informasi dari sumber resmi agar tidak terpengaruh hoaks terkait modifikasi cuaca.(*)
