Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Bulog Pastikan Stok Pangan Aman Selama Ramadhan hingga Lebaran

Jakarta : Perum Bulog memastikan stok ketersediaan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Bulog pun berkomitmen menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan strategis secara nasional menjelang bulan suci Ramadan hingga Lebaran 2026.

Foto ilustrasi

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya akan menerapkan pola pengamanan pasar yang sama seperti saat periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Yakni, dengan turun langsung ke lapangan bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2026, Bulog akan menerapkan pola pengamanan pasar yang sama seperti saat Nataru. Turun langsung ke lapangan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan,” ujar Rizal dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.

Rizal mengungkapkan hingga 2 Februari 2026, Bulog mengelola stok beras sebesar 3,3 juta ton. Jumlah tersebut terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,22 juta ton serta stok komersial sekitar 95.523 ton.

Selain beras, Bulog juga mengelola persediaan komoditas pangan strategis lainnya. Yakni gula pasir sebanyak 11.675 ton, jagung 53.637 ton, serta minyak goreng mencapai 15.475 kiloliter.

“Stok pangan tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia sebagai instrumen utama dalam mendukung stabilitas harga dan kepastian pasokan menjelang Ramadan, Idulfitri, maupun Imlek,” katanya. Rizal menegaskan kesiapan Bulog dalam melaksanakan seluruh penugasan pemerintah, baik penyaluran bantuan pangan maupun pengamanan harga minyak goreng MinyaKita di tingkat konsumen.

Terkait distribusi minyak goreng melalui skema domestic market obligation (DMO), ia menjelaskan alokasi sebesar 30 persen dari total pasokan nasional dibagi kepada BUMN pangan. Yakni, dengan porsi 70 persen untuk Bulog, 20 persen untuk ID FOOD, dan 10 persen untuk Agrinas Palma.

Dalam skema tersebut, Bulog memperoleh pasokan sekitar 30 ribu kiloliter per bulan. Pada periode sebelumnya, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 21,8 ribu kiloliter.

“Pada Februari ini pasokan kembali disiapkan sebesar 30 ribu kiloliter untuk disalurkan. Terutama ke pengecer dan pasar agar harga tetap stabil,” ujarnya.

Bulog juga siap menyalurkan bantuan pangan pemerintah 10 kilogram beras dan 2 liter MinyaKita kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk alokasi Februari-Maret 2026. Untuk dua bulan penyaluran tersebut, Bulog akan mendistribusikan sekitar 664,8 ribu ton beras serta 132,9 ribu kiloliter minyak goreng.

Program ini menjadi bagian dari stimulus ekonomi pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi pangan menjelang Ramadan hingga Idulfitri. “Bulog telah menyiapkan stok dan kesiapan operasional agar bantuan pangan dapat tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran,” ucap Rizal.(*)

Hide Ads Show Ads