Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Legislator Dorong Percepatan Reformasi Pasar Saham Nasional

Jakarta :;Anggota Komisi XI DPR, Anna Mu’awanah, mendorong percepatan reformasi pasar modal nasional di tengah gejolak saat ini. Menurut dia, hal ini bertujuan untuk menjaga kredibilitas dan daya saing bursa saham Indonesia di mata investor global. 
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKB, Anna Mu’awanah (Foto: Humas Fraksi PKB DPR RI)

"Pemerintah tidak boleh menundanya," ujarnya menegaskan pada Selasa 3 Februari 2026. Menurut Anna, gejolak pasar modal setelah rekomendasi MSCI (Morgan Stanley Capital International) harus dijadikan bahan evaluasi serius. 

"Reformasi penting untuk memperbaiki integritas pasar, meningkatkan transparansi, dan menciptakan iklim investasi yang lebih sehat," ucapnya. Anna menegaskan pemerintah harus segera menjalankan kebijakan peningkatan ambang batas kepemilikan saham publik menjadi minimal 15 persen. 

"Apalagi ada tenggat waktu target perbaikan yang ditetapkan MSCI yaitu paling lambat pada Mei 2026," ucapnya. Jika gagal memenuhi target tersebut, politisi PKB itu mengingatkan risiko lebih besar yang akan dihadapi.

Yaitu berupa penurunan kepercayaan investor internasional serta potensi eksklusi saham-saham Indonesia dari indeks global MSCI. Menurut Anna, kegagalan tersebut berpotensi membangun persepsi bahwa pasar modal Indonesia tidak transparan dan berisiko tinggi. 

"Ini soal pembuktian bahwa tata kelola bursa saham Indonesia semakin transparan dan adil," katanya. Menurut Anna, delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal yang disiapkan pemerintah harus dijalankan secara nyata, bukan sekadar wacana. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya meminta investor pasar modal tidak panik menghadapi hal ini. "Kami akan memastikan seluruh perdagangan dilakukan secara teratur, wajar dan efisien," kata Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi.

Menurut Kiki, panggilan akrabnya, meski mengalami penurunan, aliran modal asing mulai masuk kembali. "Setelah beberapa hari kemarin terjadi net sell, kini terjadi net buy oleh investor asing sebesar Rp654,9 miliar," ucapnya(*).

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads